Sanksi Denda Incar Perusahaan Terlambat Bayar THR

Jum'at, 30 April 2021, Dibaca : 486 x Editor : samian

Arifin Jauhari
Kabid Nakertrans Disnaker Bojonegoro, Slamet.


SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyebutkan, bahwa sudah terdapat beberapa perusahaan yang telah membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) keagamaan kepada para pekerja/ buruh pada H-12 jelang hari raya Idul Fitri 1442 Hijriyah 2021. Perusahaan yang terlambat bayar maka bakal terkena sanksi.

"Sudah ada beberapa perusahaan yang membayarkan THR ke karyawannya. Untuk saat ini masih didominasi dari Mitra Produksi Sigaret (MPS) Sampoerna," ungkap Kepala Bidang (Kabid) Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Disnaker Bojonegoro, Slamet, kepada SuaraBanyuurip.com saat ditemui di kantornya, Jum'at (30/204/2021).

Baca Lainnya :

    Disampaikan, perusahaan-perusahaan yang telah membayarkan THR itu yakni, PT Gelora Jaya Baureno (Wismilak), Koperasi Kareb Unit MPS Kapas, MPS Kalitidu, MPS Padangan, dan Koperasi Kareb Unit Redrying.

    "Paling lambat H-7 THR keagamaan untuk para pekerja/ buruh. Karena ada sanksi untuk perusahaan yang terlambat membayarkan. Yakni berupa denda dan juga sanksi administratif," tandasnya.

    Baca Lainnya :

      Denda keterlambatan THR bagi perusahaan, kata Slamet, adalah sebesar lima persen dari akumulasi pembayaran THR itu sendiri. Diharapkan, dengan adanya ancaman sanksi perusahaan bisa mematuhi ketentuan yang berlaku, dan membayarkan THR tepat waktu.

      "Supaya ada pergerakan ekonomi dan peningkatan konsumsi," pungkasnya.(fin)

       


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more