Satresnarkoba Polres Bojonegoro Ringkus Tiga Pelaku Transaksi Sabu

Senin, 18 Januari 2021, Dibaca : 484 x Editor : samian

Arifin Jauhari
Kapolres AKBP Eva Guna Pandia, saat menggelar konferensi pers penangkapan tiga pelaku transaksi narkoba.


SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Dalam tempo sembilan hari, Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Kepolisian Resort (Polres) Bojonegoro, Polda Jawa Timur, berhasil meringkus tiga pelaku penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan berbahaya (Narkoba). Penangkapan dilakukan ditempat terpisah dan waktu yang berbeda.

Ketiga orang yang ditengarai sebagai pelaku adalah RF (35), ditangkap saat bertransaksi di traffic light perempatan Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Rabu (13/01/2021). Kemudian SR (21), ditangkap di Jalan Raya Desa Ngemplak, Kecamatan Sumberejo, setelah memesan sabu melalui chatting facebook, Selasa (05/01/2021). Selanjutnya JR (35), ditangkap di Jalan Raya Desa/Kecamatan Malo, Jum'at, (15/01/2021).

Baca Lainnya :

    Kapolres Bojonegoro, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Eva Guna (EG) Pandia, dalam konferensi pers di Mapolres, Senin (18/01/2021) mengungkapkan, keberhasilan mengungkap kasus narkoba tersebut tak lepas dari peran serta aktif dari masyarakat dalam membantu Polri.

    "Dari para tersangka diamankan barang bukti berupa sabu-sabu, alat hisap, kendaraan yang dipakai pelaku, dan alat komunikasi untuk bertransaksi narkoba, serta uang tunai," kata AKBP EG Pandia.

    Baca Lainnya :

      Dijelaskan, selain tiga tersangka, masih ada tiga tersangka masuk Daftar Pencarian Orang (DPO), yakni Adin, Epem, dan Sambiyo.

       

      Para pelaku dijerat Pasal 112 (1) huruf a UU RI No. 35 tahun tentang narkotika, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun. Serta denda paling sedikit Rp. 800 juta dan paling banyak Rp. 8 Miliar.

      Dikenakan pasal tambahan untuk SR, yaitu Pasal 114 (1) huruf a UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 1 Miliar dan paling banyak Rp. 10 Miliar.

      Sementara untuk RF, dikenai Pasal 127 (1) huruf a UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman pidana paling lama 4 tahun penjara.

      "Mari kita bersama-sama melawan narkoba, jangan pernah percaya bahwa narkoba bisa memperkuat stamina," tutupnya.(fin)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more