Satu Sumur Hasilkan 1500 Ton Minyak

Produksi Sumur Minyak Tua

Selasa, 22 Oktober 2013, Dibaca : 3516 x Editor : nugroho

samian sasongko
PRODUKSI : Karnadi menunjukkan salah satu sumur minyak tua di Kecamatan Malo yang dikelolanya.


SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Disamping pengeboran sumur minyak tua lebih dangkal, perwatannya juga tidak banyak membutuhkan biaya. Untuk perawatan satu sumur minyak tua biaya yang dibutuhkan hanya sekira Rp 150 juta.

Seperti perawatan sumur minyak tua di wilayah KRPH Malo, BKPH Malo, KPH Parengan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.  Sumur minyak peninggalan zaman belanda itu sampai saat ini masih ditambang secara tradisional oleh warga.

Baca Lainnya :

    Karnadi, warga Desa Malo, Kecamatan Malo, mengaku, untuk melakukan perawatan sumur tua bisa menelan dana sekira 150 juta rupiah. Dengan kedalaman sumur kurang lebih 800 meter. Selain itu, sebelum melakukan perawatan sumur tua juga melakukan koordinasi dengan pihak Pertamina maupun Administratur (Adm) Perhutani KPH Parengan maupun Bojonegoro.

    "Sumur gas yang saya kelola ini pada saat melakukan perawatan menghabiskan dana 150 juta rupiah lebih, Pak," kata Karnadi saat ditemui dilokasi sumur tua yang masuk wilayah Desa Malo, Selasa (22/10/2013).

    Baca Lainnya :

      Dia menjelaskan, sumur yang dikelolannya baru dioperasikan pada Juli 2013. Dalam setiap harinya setiap sumur mampu menghasilkan antara 1400 sampai 1500 ton minyak. Produksi itu dijual ke pihak Pertamina melalui Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Jokjakarta seharga Rp 3000 per liter.

      "Sumur tua ini saya produksi baru sekitar empat bulan, Pak. Jadi kalau per liternya Rp 3000 maka dalam satu harinya mendapatkan uang kotornya sebesar Rp 4,5 juta," ujar Karnadi, menjelaskan.

      Ditemui terpisah, Kepala Urusan Kesejahteraan (Kaur Kesra) Desa Malo, Rifa'i, mengaku, untuk sementara ada dua sumur tua yang telah dikelola warga secara tradisional. Yakni sumur 45 dan sumur 31. Namun, dari pengelolaan sumur itu Pemerintah Desa (Pemdes) Malo tidak pernah diajak musyawarah.

      “Apalagi mendapatkan hasilnya. Sama sekali tidak," tegas Rifa'i.

      Ketua RT 06, Desa Malo, Sunoto,  berharap, bagi warga Malo yang melakukan pengolaan sumur minyak dan sudah berhasil mendaptkan hasilnya agar segera melakukan koordinasi dengan Pemdes Malo. Ataupun dinas terkait lainnya sehingga jika terjadi permasalahan mudah teratasinya.

      "Koordinasi yang baik itu perlu dilakukan. Karena, namanya menambang sumur minyak sekecil apapun dampak lingkungan itu pasti ada dan pastinya dirasakan oleh warga sekitar, Pak," imbuh Sunoto. (sam)

       


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more