Sebut Bojonegoro Darurat HIV/AIDS

Sabtu, 17 Desember 2016, Dibaca : 814 x Editor : nugroho

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

 Bojonegoro - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyatakan saat ini Bojonegoro dalam status darurat HIV/AIDS dan membutuhkan penanggulangan secara serius.

Anggota Komisi C DPRD Bojonegoro, Khorul Anam mengatakan, saat ini pihaknya tengah menyiapkan rancangan peraturan daerah (raperda) HIV/AIDS agar masyarakat Bojonegoro terhindar dari penyakit mematikan ini.

Baca Lainnya :

    “Jangan sampai, virus ini semakin menyebar tanpa ada tindakan tegas dari pemerintah," ujarnya, Sabtu (17/12/2016).

    Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu mengungkapkan, terakhir kali Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menangkap pekerja seks komersial (PSK) yang ternyata semuanya terjangkit HIV/AIDS. Mereka rata-rata berusia 22-25 tahun.

    Baca Lainnya :

      "Sebelumnya ada 59 orang yang tertangkap dan terindikasi HIV/AIDS. Ini menjadi keprihatinan kita semua," pungkasnya.

      Berdasarkan data yang masuk di Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Bojonegoro, dalam kurun waktu Januari sampai Agustus tahun ini terdapat 143 penderita HIV/AIDS (ODHA) baru. Dan 19 di antaranya meninggal dunia.

      Berdasarkan jenis pekerjaan dari 143 ODHA itu, rinciannya ibu rumah tangga sebanyak 46 orang, buruh kasar 17 orang, wiraswasta 16 orang, petani atau nelayan 8 orang, karyawan 2 orang, PNS 2 orang, dan TNI/Polri 1 orang. Sedangkan 23 lainnya tidak diketahui.

      Dari golongan umur, pada usia 0-4 tahun terdapat 2 penderita, usia 20-24 tahun 6 penderita, usia 25-29 tahun 9 penderita, usia 30-34 tahun 28 penderita, dan usia 35-39 tahun 26 penderita.

      Selanjutnya, pada usia 40-44 tahun terdapat 31 penderita, usia 45-49 tahun 16 penderita, usia 50-54 tahun 17 penderita, usia 55-59 tahun 7 penderita, dan usia 60 tahun lebih hanya 1 penderita.(rien)

       

       


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more