Sebut Sholat Idul Adha Jamaah di Rumah Sesuai Fiqih

Selasa, 20 Juli 2021, Dibaca : 367 x Editor : samian

Arifin Jauhari
Anggota Komisi C DPRD Bojonegoro, Miftahul Khoiri.


SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro, Jawa Timur, menyebutkan bahwa peniadaan sholat berjamaah Idul Adha 1442 Hijriyah/2021 di masjid, mushola, dan tempat umum sudah sesuai dengan fiqih dan itu dibenarkan karena adanya wabah berbahaya.

Hal itu menanggapi adanya Surat Edaran (SE) Menteri Agama Republik Indonesia (Menag-RI) Nomor 17 Tahun 2021 yang meniadakan sholat berjamaah Idul Adha di masjid maupun mushola tahun ini.

Baca Lainnya :

    "Dalam fiqih dibolehkan sholat Idul Adha di rumah. Ini sekaligus praktek fiqih, bahwa sholat Idul Adha itu sunnah, bisa dilakukan sendirian atau berjamaah di rumah," kata anggota komisi C DPRD Bojonegoro, Miftahul Khoiri, kepada SuaraBanyuurip.com, ditemui di tempat kajian kitab kuningnya, Senin (19/07/2021).

    Diterangkan, jika kegiatan yang sifatnya massal kemudian ditiadakan karena adanya wabah berbahaya, dalam kaidah ilmu fiqih hal itu dibenarkan. Ada kaidah kunci "ADH DHARARU YUZALU" yang maknanya adalah kemudaratan atau kesulitan harus dihilangkan.

    Baca Lainnya :

      Sehingga, adanya wabah yang berbahaya, dalam ushul fiqih memang harus dihindari. Sebagai upaya dalam menjaga kesehatan. Bukan dalam logika sekedar takut kepada Corona atau Covid-19. Tetapi menjaga kesehatan adalah bagian dari rasa syukur nikmat pemberian Allah SWT.

      "Ada yang berpendapat, takut hanya kepada Allah, gak perlu takut corona. Logika itu seolah benar, tapi keliru. Itu logika yang dibenturkan. Ini ada ilmunya," tegasnya.

      Tidak menghindari bahaya dengan alasan hanya takut kepada Allah, dikatakan sebagai logika yang keliru. Khoiri, sapaan akrabnya mengatakan, hal demikian merupakan tindakan yang sembrono. Allah tidak menyukai perbuatan sembrono.

      "Dengan menghindari bahaya, adalah bentuk takut kepada Allah. Takut jika nikmat yang diberikan Allah disia-siakan," ujarnya.

      Politisi PKS (Partai Keadilan Sejahtera) berharap, agar masyarakat bisa menjaga diri. Bisa mentaati imbauan yang ada, kalaupun sholat Idul Adha bisa di rumah saja.

      "Bagaimana dengan khutbahnya?, tidak ada khutbah tidak apa-apa. Khutbahnya kan sunnah. Beda dengan sholat Jum'at," tandasnya.(fin)

       


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more