Sehari, 34.980.000 Liter Minyak Blok Cepu Disedot

Senin, 29 Juni 2020, Dibaca : 1013 x Editor : nugroho

dok/sbu
TUMPUAN PEMERINTAH : Produksi minyak Banyu Urip, Blok Cepu, capai 220 ribu Bph atau setara 34.980.000 liter.


SuaraBanyuurip.com -  d suko nugroho

Bojonegoro - Lapangan Minyak Banyu Urip, Blok Cepu, di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang dikelola ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), menjadi penyumbang lifting terbesar nasional.

Produksi minyak Banyuurip mencapai 220 ribu barel per hari (Bph), atau setara 34.980.000 liter per hari (1 barel = 159 liter). 

Baca Lainnya :

    "Produksi Minyak Blok Cepu mencapai hingga 220 ribu barel per hari," ujar Juru Bicara dan Humas EMCL, Rexy Mawardijaya, Sabtu (27/6/2020).

    Lapangan Banyu Urip sekarang ini menyumbang 30 persen produksi minyak nasional. Produksi 220 ribu barel per hari (bph) tersebut berasal dari 45 sumur. Rinciannya, 30 sumur produksi dan 15 sumur injeksi.

    Baca Lainnya :

      "Jumlah itu termasuk dari Lapangan Kedung Keris," ucapnya. 

      Lapangan Kedung Keris (KDK) di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, target awal bisa berproduksi 10.000 Bph. Sumur ini bersinggungan dengan lapisan minyak setebal 561 kaki atau 171 meter di zona karbonat sasaran. Cadangan minyaknya sebesar 20 juta barel di temukan pada 2011.

      Minyak dari Kedung Keris dialirkan melalui pipa ke pusat fasilitas pemrosesan (Central Processing Facility/CPF) Banyu Urip di Kecamatan Gayam. Pipa yang digunakan sebesar 8 inchi sejauh 16 kilo meter (KM) ditanam sedalam 1 5 meter. Sepanjang 14 Km pipa ditanam di lahan milik EMCL, dan 2 Km menggunakan tanah milik warga.

      Pipa minyak Kedung Keris melewati sejumlah desa yakni Desa Sukoharjo, Leran, Kecamatan Kalitidu; Desa Wadang, Jampet, dan Jelu, Kecamatan Ngasem, dan Desa Gayam, Kecamatan Gayam.

      Setelah diproses di CPF Banyu Urip-dipisahkan air dan gasnya, minyak mentah Blok Cepu dialirkan ke Floating Storage and offloading (FSO) Gagak Rimang di lepas pantai Palang, Kabupaten Tuban, Jatim, menggunakan pipa 20 inci, untuk kemudian dikapalkan.

      Ditanya berapa kali pengkapalan minyak Blok Cepu hingga sekarang ini, Rexy tidak menjelaskan. Ia hanya menyampaikan jumlah produksi harian sekarang ini.

      President ExxonMobil Indonesia, Louise McKenzie, sebelumnya pada 30 November 2019, menyampaikan jika produksi kumulatif dari Banyu Urip mencapai 357 juta barel minyak. Capaian tersebut telah memenuhi komitmen cadangan terproduksikan dari rencana pengembangan (Plan of Developmen awal, dalam kurun waktu kurang dari setengah dari periode Kontrak Kerja Sama.

      Bahkan dari hasil dari kajian teknis yang berkesinambungan, EMCL telah merevisi jumlah cadangan Banyu Urip hingga 450 juta barel minyak, dan baru-baru ini meningkat lagi hingga 823 juta barel minyak.(suko)




      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more