Sidang di Tempat Pelanggar Protokol Kesehatan

Senin, 14 September 2020, Dibaca : 272 x Editor : teguh


SuaraBanyuurip.com - Teguh Budi Utomo

Tuban – Sebanyak 26 orang pelanggar Perbup Tuban Nomor: 65 tahun 2020 yang mengatur protokol kesehatan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di wilayah Kabupaten Tuban, Jatim diproses dalam sidang di tempat, Senin (14/9/2020). 

Rata-rata pelanggaran yang dilakukan adalah tidak menggunakan masker. Sedangkan sesuai regulasi tersebut mereka dikenai denda Rp100.000, dan pidana kurungan tiga hingga tujuh hari. 

Baca Lainnya :

    Sidang di tempat pertama dilakukan di wilayah Kecamatan Tuban (Kota). Selanjutnya akan diterapkan di 20 wilayah kecamatan di Tuban. 

    Kebijakan penegakkan Perbup 65 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19, merupakan bagian garapan serius dari Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tuban bersama Pemkab setempat. Mereka berupaya memutus mata rantai penyebaran Virus Corona. 

    Baca Lainnya :

      Operasi dan penindakan terhadap pelanggar Perbup 65 tahun 2020, menurut Bupati Tuban H Fathul Huda, adalah bagian dari edukasi kepada masyarakat agar menaati protokol kesehatan. Upaya pendisiplinan dilakukan mengingat penyebaran virus corona masih terbilang tinggi. 

      “Sampai saat ini belum ada tanda-tanda penurunan karenanya harus lebih waspada,” kata Bupati Huda yang kala itu didampingi Kapolres Tuban AKBP Ruruh Wicaksono di lokasi sidang tempat.

      Tampak hadir dalam kegiatan itu, Kepala Dinas Satpol PP Tuban, Hery Muharwanto, Plt Kepala Dishub Tuban Gunadi, serta sejumlah jajaran pejabat Polres Tuban.

      Bupati yang Ketua Gugus Tugas Covid-19 Tuban itu meminta, agar operasi dan penindakan terhadap pelanggar protokol kesehatan tersebut dilaksanakan di seluruh wilayah kecamatan. Satgas Covid-19 Tuban di segala tingkatan diminta terus mengawasi penerapan protokol kesehatan secara ketat. 

       

      Pada bagian lain, Bupati Huda menegaskan, meskipun saat ini Tuban telah kembali masuk zona oranye, sebelnya di zona merah, namun pembatasan jam malam akan diperpanjang lagi 14 hari ke depan. Kebijakan ini untuk memaksimalkan upaya pencegahan Covid-19. 

      “Jika nanti masih belum ada penurunan, akan terus diperpanjang,” tegas politisi asal Montong itu. 

      Bupati Tuban dua periode ini berharap, pengalaman yang didapat masyarakat menjadi pembelajaran untuk terus berhati-hati dan waspada di masa pandemi Covid-19.  

      Sedangkan Ketua Pengadilan Negeri Tuban, Fathul Mujib SH MH yang memantau sidang tempat menjelaskan, sanksi yang dikenakan kepada pelanggar Perbup 65 diharapkan menimbulkan efek jera, dan tidak mengulangi pelanggaran.

      Ia tambahkan, denda yang dibayar oleh pelanggar akan langsung disetor ke negara. Sedangkan sanksi berupa pidana kurungan disesuaikan dengan jenis pelanggaran, dan berdasarkan kewenangan hakim. 

      “Akan dilakukan evaluasi terhadap efektivitas pelaksanaan penindakan kali ini,” jelas Fathul Mujib.

      Sementara itu Kapolres Ruruh Wicaksono, menyatakan, pihaknya mengajak masyarakat untuk patuh protokol kesehatan, diantaranya menggunakan masker, menjaga jarak aman, dan mencuci tangan dengan sabun. Imbauan maupun kebijakan yang ditetapkan pemerintah bertujuan melindungi masyarakat dari bahaya Covid-19. 

      “Masyarakat yang melanggar akan ditangkap dan berikan penindakan langsung seketika itu juga,” ujar Ruruh. 

      Perwira Menengah (Pamen) Polri melati dua asal Ngawi itu menambahkan, operasi akan inten dilakukan menyasar seluruh kecamatan untuk menekan penyebaran Covid-19. Penentuan lokasi dilakukan secara acak, berdasarkan tingkat penyebaran Covid-19 di tiap wilayah. (tbu)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more