SKK Migas Monitoring Proyek Gas JTB

Kamis, 13 Februari 2020, Dibaca : 277 x Editor : nugroho

dok/sbu
LAPANGAN GAS JTB : SKK Migas melakukan monitoring proyek gas JTB agar selesai sesuai target pemerintah.


SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro- Satuan Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) perwakilan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa) melakukan monitoring proyek Unitisasi Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (13/2/2020).  

"Hari ini kami melakukan monitoring di proyek JTB ," kata Kepala SKK Migas Perwakilan Jabanusa, Nurwahidi, melalui sambungan telephone kepada suarabanyuurip.com

Baca Lainnya :

    Nurwihadi tidak mau menjelaskan perkembangan proyek engineering, procurement and construction - gas processing facility (EPC-GPF) JTB yang dilaksanakan PT Rekayasa Industri, ketika suarabanyuurip menanyakan prosentase kegiatan yang sedang berlangsung. 

    Ia hanya menegaskan jika pekerjaan proyek gas JTB berjalan lancar dan diharapkan bisa selesai sesuai target yang ditetapkan oleh pemerintah. Utamanya pengeboran enam sumur dan pembangunan fasilitas pemrosesan gas. 

    Baca Lainnya :

      "Alhamdulilah, lancar semua proyek di JTB. Hari ini kami monitoring untuk memberikan dukungan kepada Pertamina EP Cepu dan kontraktornya dalam melaksanakan pekerjaan," tandasnya. 

      Pihaknya menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan terhadap kegiatan industrialisasi migas di Bojonegoro. Baik masyarakat, pemerintah desa (pemdes), pemerintah daerah, Polres dan Kodim 0813 Bojonegoro. 

      "Kami sangat berterimakasih kepada semua pihak yang ikut mendukung kegiatan kami," tandasnya.

      Lapangan Gas J-TB ditarget mengalirkan gas pada tahun 2021 dengan kapasitas sekitar 315 juta kaki kubik per hari (million standard Civic feet per day/ MMSCFD).

      Selain melakukan monitoring proyek Gas JTB, SKK Migas juga memantu Lapangan Minyak Banyu Urip di wilayah Kecamatan Gayam yang dikelola ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). Produksi minyak Banyu Urip sedang dipersiapkan ditingkatkan menjadi 235 ribu barel per hari (bph). (rien)



      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more