SKK Migas Sedang Persiapkan Kajian Kayangan Api

Kamis, 15 Oktober 2020, Dibaca : 190 x Editor : nugroho

dok/sbu
API ABADI : SKK Migas sedang mempersiapkan kajian terhadap api abadi Kayangan Api untuk mengantisipasi agar tidak padam.


SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK) Migas sedang mempersiapkan kajian terhadap api abadi Kayangan Api di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

"Kami sedang mempersiapkan kajian tersebut," ujar Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Nurwahidi, Kamis (15/10/2020).

Baca Lainnya :

    Hanya saja, ketika ditanya persiapan kajian apa saja yang sedang dilakukan Nurwahidi tidak menjawab. Begitu juga tentang jenis gas yang menyebabkan nyala api Kayangan Api.

    Kajian terhadap api abadi Kayangan Api di tengah hutan lindung ini sesuai permintaan Bupati Bojonegoro Anna Muawanah. Bupati perempuan perta di Bumi Angling Dharma itu tidak ingin nyala api Kayangan Api padam seperti padamnya api abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

    Baca Lainnya :

      “Kami minta SKK Migas melakukan kajian tentang sumber api abadi tersebut. Aliran darimana, apa ada kaitan dari Kedungkeris, atau Banyu Urip, Jambaran-Tiung Biru atau dari sumber yang lainnya. Nantinya api abadi Khayangan Api bisa tetap menjadi api abadi,” tuturnya usai rapat virtual bersama Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Senin 5 Oktober 2020.

      Untuk diketahui, tidak jauh dari Khayangan Api terdapat pengembangan Lapangan Gas Unitisasi Jambaran - Tiung Biru (JTB). Lokasinya berada di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem. Juga Lapangan Minyak Banyu Urip dan Kedung Keris, Blok Cepu, yang sekarang ini sudah diproduksi. 

      Sedangkan yang paling dekat dengan Kayanhan Api adalah Lapangan Alas Tua Barat (Alas Tua West/ATW). Lokasinya di Desa Sendangharjo. Dan, Lapangan Alas Tua Timur di Desa Ngunut, Kecamatan Dander.

      Kedua lapangan itu dikelola oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). Namun kedua lapangan itu sementara ini telah ditutup, karena dinilai tidak ekonomis untuk dikembangkan. 

      Juru kunci Kayangan Api, Sufyanto mengaku, sampai saat ini kobaran api kayangan api tetap stabil. Tidak ada gejala yang menunjukkan kobaran apinya semakin mengecil atau surut.

      Ia mengungkapkan, sebelumnya pernah terjadi pengeboran sumur migas yang jaraknya cukup dekat, sekitar 1 kilometer kearah barat laut dari lokasi kayangan api berada. Namun mata bor yang terbuat dari berlian untuk proyek pengeboran tersebut selalu rusak tanpa sebab yang jelas. Akhirnya kegiatannya dihentikan.

      "Insya Allah Kayangan Api tetap aman," ujar pria yang masih perjaka ini.(suko)




      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more