Sosialisasi Pemugaran Makam Sunan Bonang Ricuh

Selasa, 28 Agustus 2012, Dibaca : 1935 x Editor : nugroho

edy
Ditolak Warga : Pemugaran Makam Sunan mendapat tentangan warga karena belum ada sosialisasi sebelumnya.


SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Sosialisasi pemugaran dan pembangunan makam Sunan Bonang di Kantor Kelurahan Kuterejo, Kecamatan Kota Tuban, ricuh, Selasa (28/8/2012). Warga menganggap sosialisasi tersebut  terlambat karena pembangunan makam sudah berjalan sebelum puasa lalu.

Dalam sosialisasi itu, puluhan warga Kutorejo sekaligus ahli waris area makam Sunan Bonang mempertanyakan kepada yayasan Mabarrot selaku pengelola mengapa baru melakukan sosialisasi hari ini.

Baca Lainnya :

     “Dimana – mana sosialisasi itu sebelum pembangunan di lakukan,” kata salah satu warga Fauzi sambil menuding kepada pengurus yayasan.

    Warga lainnya menanyakan tentang dasar hukum yang menjadikan yayasan Mabarrot dan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) seolah menjadi penguasa penuh dan mempunyai wewenang atas keberadaan situs yang berdiri di atas tanah seluas 4.608,5 m2 tersebut. Sehingga kedua pihak dinilai seolah menyakiti hati warga dengan tidak perlu lagi untuk melibatkan warga dan ahli waris dalam pembangunan makam salah satu wali yang berjasa besar dalam penyebaran islam di tanah jawa tersebut.

    Baca Lainnya :

      “Ini jelas menyakiti warga. Kita ini sama-sama merasa memiliki makam tersebut,”  ujar salah satu warga yang lain.

      Karena selama ini yang mereka pahami, jangankan untuk memugar atau mengganti yang baru, untuk memindahkan benda cagar budaya saja sudah melanggar peraturan. Karena itu warga juga menuntut kepada yayasan segera melakukan pembongkaran kembali paving yang sudah terlanjur dipasang di area pemakaman tersebut. Sebab sebagai ahli waris mereka masih berhak untuk memakamkan sanak keluarga yang meninggal disana.

      Lain itu warga menilai pemasangan paving dikhawatirkan menjadikan makam yang ada disana terinjak-injak peziarah yang datang apabila tidak di tangani yang serius.

      “Ini masalah syariat, jangan hanya urusan uang saja makam di bangun seperti itu,” ujar Gus Aqil, salah satu tokoh agama setempat.

      Disamping itu, Kepala Yayasan Mabarrot KH. Mundir dan Perwakilan BP3 yang dihadiri Endah tak banyak berkomentar menanggapi cercaan warga. Dihapan warga, Mundir hanya menyatakan permohonan maaf atas kelalaian pihaknya dalam mensosialisasikan kegiatan pembangunan ini. Selain itu dia juga mengaku pemugaran dan pembangunan makam ini sudah sesuai dengan arahan dari BP3 yang berpusat di Trowulan – Mojokerto.

      “Ini sudah sesuai arahan BP3,” kata Mundir.

      Sedang Endah sendiri menyatakan dirinya saat ini hanyalah sebagai pegawai yang disuruh untuk mewakili pertemuan kali ini. Di karenakan kepala BP3 yang seharusnya menghadiri pertemuan hari ini sedang melakukan perjalanan dinas ke Jakarta.

      “Saya tidak berwenang memberi pernyataan,”ujar Endah.

      Ketegangan baru mereda saat ketua pembangunan Makam Sunan Bonang Tuban Khamdani angkat bicara dalam sosialisasi tersebut. Dalam pembicaraannya, Khamdani meminta maaf kepada warga dan memohon masukkan dari semua pihak akan keberlangsungan pembangunan ini.

      “Kami disini minta masukkan warga,” kata Khamdani.

      Situasi benar-benar mereda setelah panitia menyepakati pembangunan pembongkaran paving yang sudah terlanjur dipasang.

      Sosialisasi itu di moderator langsung oleh Kepala Kelurahan Kutorejo Bambang Wahyu Sutejo, dihadiri juga Camat Tuban Sulistiyadi, Kapolsek Kota Tuban AKB Basir, Kepala Yayasan Mabarrot KH Mundir, Perwakilan BP3 Tuban Endah, dan Ketua Pembangunan makam Khamdani. (edy/suko)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more