Stok Sembako Tipis Pengaruhi Harga

Kamis, 13 Desember 2012, Dibaca : 1080 x Editor : teguh

Edy Purnomo
PASAR TRADISIONAL : Pedagang pasar tradisional di Tuban mencemaskan menipisnya stok bahan kebutuhan pokok.


SuaraBanyuurip.com - Edy Purnomo

Tuban – Menjelang perayaan Natal dan tahun Baru 2013, pedagang pasar mengawatirkan stok bahan kebutuhan pokok menipis. Hal itu kan berdampak pada kenaikan harga, dan menjadikan berkurangnya jumlah pelanggan tetap mereka.

Baca Lainnya :

    “Kalau sampai naik, pelanggan kami akan banyak yang kabur,” kata Suhartini (33), pedagang terigu saat ditemui di Pasar Besar Tuban, Kamis (13/12/2012).

    Mahalnya harga, dikarenakan pedagang kecil juga mendapat harga bahan pokok yag relatif  lebih mahal dari biasanya. Ini menjadikan dia sering mendapat protes dengan pelanggan yang berniat membeli. Hasilnya, banyak pelanggan yang memilih pergi dan tidak jadi membeli bahan di lapaknya.

    Baca Lainnya :

      “Kalau seperti ini, kami sudah pelanggan lagi akibat mahalnya harga bahan yang kami jual,” tambah Suhartini.

      Diakui pedagang yang lain, kalau selama ini dia sama sekali tidak pernah tahu menahu tentang bagaimana proses harga-harga kebutuhan pokok tersebut naik. Yang dia tahu, dia hanya bisa mengambil keuntungan sekitar Rp500 hingga Rp1.500 untuk setiap kilo dari hasil penjualan.

      Mereka tidak pernah mempunyai maksud untuk mengambil keuntungan yang lebih besar lagi. Karena, faktor kasihan dengan para pelanggan setianya.

      Meski alasan yang pedagang kemukakan terlihat remeh, tapi keadaan ini sangat mempengaruhi hasil dari penjualan. Bahkan, saat harga-harga melonjak naik, penghasilannya justru semakin menurun. Keadaan ini berbanding terbalik dengan anggapan kebanyakan pelanggan, yaitu menjual barang dengan harga tinggi untuk mendapat laba yang lebih besar.

      Hitungan sederhananya, dalam kondisi normal dia menjual hingga 30 kilogram gula pasir dalam sehari. Apabila untuk setiap kilogramnya dia mengambil laba sebesar Rp1.000, maka penghasilan dari penjualan gula mencapai Rp30 ribu dalam sehari. Tapi, karena berkurangnya jumlah penjualan saat harga naik, maka otomatis penghasilannya pun akan berkurang juga.

      “Biasanya pelanggan mengira, kalau harga naik maka pendapatan atau laba kami juga akan naik,” tambahnya lagi.

      Dikonfirmasi mengenai keadaan ini, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perekonomian dan Pariwisata Tuban, Imron Achmadi, meminta kepada distributor untuk menyediakan jumlah  bahan pokok  dengan jumlah stok yang memadai. Hal ini sebagai upaya antisipasi agar  para tengkulak tidak mempunyai celah untuk memainkan harga.

      “Dengan stock yang cukup, maka tidak ada alasan lagi bagi para pedagang untuk menaikkan harga, untuk itu kami minta agar distributor menjaga stock agar tetap aman,” kata imron saat dikonfirmasi melalui ponsel.

      Saat ini kondisi barang bahan pokok di pasar tradisional masih relatif stabil. Beberapa bahan pokok masih dijual dengan harga yang wajar, seperti gula pasir dengan harga Rp11.100 per kilogram, tepung terigu dengan harga Rp6.150 per kilogram, telur ayam dengan harga Rp14.400 per kilogram, dan minyak goreng curah dengan harga Rp8.800 untuk satu kilogramnya. (edp)

       

       


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more