Subkontraktor GPF JTB Sepakati Tuntutan Pemuda Bandungrejo

Senin, 10 Agustus 2020, Dibaca : 1308 x Editor : samian


SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro - Setelah berjalan alot dalam mediasi yang dilaksanakan di Balai Desa Bandungrejo, Senin (10/8/2020), akhirnya tuntutan Pemuda Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, disepakati oleh semua mitra kerja atau Subkontraktor proyek GPF JTB.

Tuntutan yang disepakati diantaranya, semua subkontraktor proyek Gas Processing Facility (GPF) Jambaran-Tiung Biru (JTB) bersedia melakukan rekrutmen tenaga kerja dari Desa Bandungrejo sesuai kebutuhan dilapangan mulai Minggu ini.

Baca Lainnya :

    “Intinya pemuda Bandungrejo ada kejelasan direkrut jadi tenaga kerja. Karena sudah ada kesepakatan dari subkontraktor GPF JTB aktivitas proyek silahkan berlanjut," kata salah satu Karang Taruna Bandungrejo, Jamaludin usai pertemuan.

    Dalam mediasi, Kepala Desa (Kades) Bandungrejo, Sapani, mengatakan, bahwa sesuai kesepakatan awal pembagian rekrutmen tenaga kerja Bandungrejo mendapatkan porsi 47 persen.

    Baca Lainnya :

      "Pemuda menuntut dilibatkan sebagai tenaga kerja proyek GPF JTB sesuai keahliannya masing-masing. Ini adalah wajar karena proyek GPF JTB berada di wilayah Bandungrejo, Kecamatan Ngasem," ujarnya.

      Sapani menyarankan agar Perusahaan yang terlibat di GPF JTB untuk aktif koordinasi dengan Pemdes Bandungrejo. Tentunya tentang tenaga kerja yang akan dibutuhkan. Sehingga semua jelas untuk disampaikan ke warga, dan jangan melempar tanggungjawabnya ke Pemdes Bandungrejo.

      "Kapan ada warga yang melamar pekerjaan disuruh tanya ke kades. Ini kan membingungkan, sedangkan saya tidak tahu persisnya berapa yang dibutuhkan, dan bagian apa. Jadi hal ini jangan sampai terjadi lagi," imbuhnya.

      Site Manager PT Rekind, Zainal Arifin, mengatakan, bahwa dari jumlah tenaga kerja 4000 an, sekira 300 orang tenaga kerja dari warga Bandungrejo. Ditegaskan pula bahwa semua subkon sudah dihimbau untuk melibatkan warga Bandungrejo dan berkoodinasi dengan Pemdes Bandungrejo.

      "Saya minta semua subkon GPF JTB untuk lebih meningkatkan koordinasi dengan Pemdes Bandungrejo agar hal hal yang tidak diinginkan tidak terjadi lagi," tegasnya.

      Sementara tokoh masyarakat Desa Bandungrejo, Wanuri, mengaku, tidak menyalahkan Rekind. Karena sudah melakukan tugasnya dengan baik. Hanya subkontraktornya saja yang kurang mengindahkan himbauannya. Contohnya ada salah satu subkon yang telah merekrut 40 tenaga kerja, hanya 1 orang warga Bandungrejo yang direkrut.

      "Jadi kalau ingin kerja nyaman dan lancar, ya jangan membuat masalah sendiri. Keterlibatan warga Bandungrejo perlu diperhatikan serius," tegas pria yang juga perangkat Desa Bandungrejo ini.

      Setelah semua subkontraktor proyek GPF JTB sepakat melibatkan warga Bandungrejo sesuai kebutuhan yang tertuang dalam berita acara mediasi, dan disaksikan oleh Muspika Ngasem, Pemdes Bandungrejo, aktivitas proyek GPF JTB kembali berjalan normal.(sam)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more