Sukses Kembangkan Pertanian Organik, Pertamina EP Asset 4 Akan Lanjutkan Program CSR Desa Bajo

Sabtu, 15 Agustus 2020, Dibaca : 246 x Editor : nugroho

Ahmad Sampurno
TINGKATKAN EKONOMI : Kelompok Tani Bina Alamsri Desa Bajo binaan Pertamina EP Asset 4 sukses kembangan pertanian organik.


SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora - Pertamina EP Asset 4 Field Cepu bakal melanjutkan program tanggungjawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) di Desa Bajo, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

CSR yang akan diberikan warga ring 1 sumur NKT-01 TW adalah Pelatihan Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PSRLB).

Baca Lainnya :

    Sebelumnya PSRLB 1 tahun 2018 dan PSRLB 2 tahun 2019 telah sukses dilaksanakan. Program CSR itu berhasil meningkatkan produktivitas pertanian Desa Bajo, dengan dilakukan panen perdana pada Januari 2019 lalu. 

    Dalam program PSRLB petani diberikan pendampingan dan monitoring rutin setiap bulan selama satu tahun program. Program tersebut terbagi menjadi tiga bagian yakni budidaya padi organik (SRI organik), sayuran organik, dan pemanfaatan tanaman obat keluarga (toga).

    Baca Lainnya :

      Hanya saja, menurut anggota Kelompok Tani Bina Alamsri Desa Bajo, Sri, produk hasil pelatihan tersebut  masih terkendala perijinan  pengembangan pemasaran. Sebab, perlu ada perijinan supaya bisa masuk ke supermarket.

      "Meski begitu, alhamdulillah selama ini hasil panen padi memuaskan. Satu hektar bisa menghasilkan 6 ton beras organik. Dengan total lahan seluas 9 hektar," ujarnya kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (15/8/2020).

      Dia mengaku selama ini merasa kewalahan memenuhi kebutuhan beras organik bagi konsumen. Lantaran produksinya masih terbatas. 

      "Sempat gagal satu kali panen kemarin karena terserang hama tikus dan keong. Poduksi tidak lebih dari 50 persen dari biasanya," ungkapnya. 

      Menurut Sri, produksi jamu dan minuman herbal juga mengalami perkembangan signifikan.  

      "Waktu awal pandemi kemarin, produksi kami bisa mencapai ribuan botol. Baik pesanan dari Pertamina sendiri maupun pihak lain," tandasnya.

      Untuk sekarang ini jamu dan minuman herbal diprodukso hanya kalau ada pesanan dan mengisi persediaan.

      "Mungkin ini karena sudah masuk new normal. Jadi tidak seheboh waktu awal-awal pandemi kemarin," ujarnya.

      Jamu dan minuman herbal produksi Kelompok Tani Bina Alamsri Desa Bajo juga mengalami kendala perijinan.

      "Sama juga, masih terkendala perijinan," tuturnya.

      Dikonfirmasi terpisah, CSR Staff Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Kautsar Restu Yuda menyampaikan jika program CSR di Desa Bajo akan dilanjutkan.  

      "Baru mau kami rapatkan lagi bersama lembaga pendampingnya," ucapnya singkat.(ams)



      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more