Sutrisno Sukses Kembangkan Ternak Kelinci, Kini Omset Mencapai Rp 7 Juta Perbulan

Senin, 16 November 2020, Dibaca : 417 x Editor : nugroho

joko kuncoro
SUKSES : Sutrisno menggendong kelinci hias di kandang yang berada di rumahnya di Desa Klampok, Kecamatan Kapas.


SuaraBanyuurip.com - Joko Kuncoro

Bojonegoro - Usaha kelinci untuk peliharaan di rumah cukup menjanjikan. Seperti yang ditekuni Sutrisno warga Desa Klampok, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Berkat ketekunannya, dalam sebulan bisa meraup omset hingga Rp 7 juta.

Awalnya, Sutrisno hanya punya tiga ekor kelinci jenis lokal. Namun usahanya terus berkembang. Kini ia tidak hanya mempunyai jenis kelinci pedaging saja. Namun, dia juga memiliki kelinci hias karena saat ini peminat kelinci jenis tersebut banyak peminat. Ia memiliki banyak varian jenis kelinci hias, seperti berjenis Black Rex, Broken Rex, dan Castor Rex.

Baca Lainnya :

    "Ya, sekarang lebih banyak peminat di kelinci hias. Karena selain lucu kelinci hias memiliki bulu yang halus. Jika disentuh halusnya seperti sajadah,” ujar Sutrisno, Senin (16/11/2020).

    Budidaya kelinci hias yang dilakoni Sutrisno secara otodidak. Awalnya hanya tiga kelinci, lalu ia mencoba mengembangkannya. Ternyata kelinci-kelinci itu, ketika ia rawat tidak ada yang mati dan semakin berkembang. Satu indukan kelinci saja bisa melahirkan 4 hingga 6 anak kelinci.

    Baca Lainnya :

      Setelah kelincinya semakin berkembang, ia semakin percaya untuk beternak dan budidaya kelinci. Ia lalu belajar bagaimana cara merawat dan memberikan makanan yang cocok bagi kelinci. Karena, kualitas kelinci tergantung cara merawat dan makanan yang diberikan.

      "Awalnya saya beri makan kangkung. Namun, ternyata makanan itu tidak cocok karena menimbulkan penyakit  misalnya seperti kembung," tuturnya.

      Saat ini, dari pengalaman yang telah dilalui Sutrisno, ia memperbaiki cara perawatan kelinci. Seperti menjaga kebersihan kandang, melakukan penyemprotan bakteri selama seminggu sekali, dan menjaga ketetapan makanan. Karena, jika makanan sering berganti akan mempengaruhi perkembangan kelinci.

      Pak Tris selalu menjaga kebersihan kandang kelinci. Dalam sehari ia melakukan pembersihan kandang sebanyak tiga kali. Karena, untuk menghindari macam-macam penyakit kelinci. Seperti penyakit kelinci kembung, gatal, benjolan pada perut, bahkan ada kanker.

      "Itu bisa terjadi jika kurangnya perawatan. Karena kebersihan kandang dan penyemprotan bakteri sangat penting. Namun, jika kelinci-kelinci saya terserang penyakit obat sudah tersedia," katanya kepada SuaraBanyuurip.com.

      Usaha kelinci hias milik Sutrisno dimulai pada 2015 lalu. Kini sudah berkembang cukup pesat. Bahkan, setiap hari ada yang memesan kelinci baik itu kelinci hias maupun kelinci pedaging. Selain dari lokal Bojonegoro pembeli juga dari berbagai kabupaten seperti Kabupaten Rembang, Lamongan,dan Magetan.

      Kelinci hias milik lelaki asal Desa Klampok itu, dijual bervarasi. Mulai dari harga Rp 100 ribu hingga Rp 350 ribu tergantung usia kelinci tersebut. Jika indukkan dan berusia mulai 8 hingga 9 bulan sekitar Rp 700 bahkan bisa lebih.

      "Kalau omset sekitar Rp 7 juta karena tergantung kelincinya juga. Yang pasti setiap hari ada pembeli, biasanya dalam sehari ada 4 hingga 6 pembeli," katanya. (jk)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more