Tak PPKM Warga Tuban Diminta Taat Prokes

Selasa, 12 Januari 2021, Dibaca : 209 x Editor : teguh

Suarabanyuurip.com/ist
Jubir Satgas Covid 19 Tuban Endah Nurul Qomariyati.


SuaraBanyuurip.com - Teguh Budi Utomo

Tuban – Walau tak termasuk 11 daerah Pemberlakuan Pembatasan  Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah Jawa Timur, namun Kabupaten Tuban tetap menerapkan disiplin Protokol Kesehatan (Prokes) secara ketat.

Demikian penegasan Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Tuban, Endah Nurul Qomariyati, Senin (11/1/2021). Ia ungkapkan, meski tak termasuk daerah yang diwajibkan PPKM, namun Satgas di semua tingkatan konsisten melakukan pencegahan dan penanggulangan Covid.

Baca Lainnya :

    Diantara kegiatannya  mengoptimalkan penyuluhan berupa Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) dan penegakan Prokes sesusai  Perbup Tuban 65 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan, adalah bagian dari Pencegahan dan Penyebaran Covid-19. 

    “Satgas juga akan memperketat pemberian ijin rekomendasi kegiatan,” kata Nurul.

    Baca Lainnya :

      Ia jelaskan, PPKM membatasi  kegiatan masyarakat yang beresiko tinggi terjadinya penularan. Pembatasan tersebut mencakup tempat kerja, rumah makan, sekolah, dan pertokoan.

      Pemkab Tuban segera menetapkan regulasi baru untuk restoran, dan pusat keramaian. Di samping itu akan dilakukan penambahan Rumah Sehat dan Rumah Isolasi.

      Sebelumnya Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menetapkan 11 kabupaten dan kota di Jatim sebagai daerah PPKM mulai tanggal 11-25 Januari 2021. 

      Daerah tersebut adalah Kota Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu, Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Lamongan, Ngawi dan Kabupaten Blitar. 

      Penetapannya berdasarkan pertimbangan atas Instruksi Kemendagri 1 Tahun 2021, rekomendasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN). 

      Empat kriteria pembatasan kegiatan untuk pengendalian penyebaran Covid-19 yakni, diukur dari (1)  tingkat kematian di atas rata-rata nasional (3 %), (2)  tingkat kesembuhan di bawah rata-rata nasional (82 %), (3)  tingkat kasus aktif di atas rata rata Nasional (14 %), dan (4)  tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit (BOR) ICU dan isolasi di atas 70 %.

      Gubernur Khofifah mengajak semua pihak termasuk masyarakat ikut mematuhi pelaksanaan PPKM. Dengan kerjasama semua pihak, diharapkan penyebaran Covid-19 dapat terus ditekan sehingga kegiatan masyarakat termasuk pemulihan ekonomi dapat berjalan maksimal. 

      “Harapannya PPKM ini menjadi upaya yang masif dan terstruktur untuk menghambat penyebaran COVID-19 di bumi Jawa Timur ini,” jelasnya dalam siaran Pers tertanggal 9 Januari 2021.

      Persebaran Covid-19 di Tuban per 10 Januari 2021, terdapat penambahan kasus positif sebanyak 43 Orang, penambahan pasien sembuh sebanyak 40 Orang, dan pasien meninggal bertambah 5 orang. Secara kumulatif kasus Covid-19 sebanyak 2.128 orang, jumlah pasien sembuh sebanyak 1.534 orang, dan meninggal 219 orang. (tbu)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more