Tangkal Virus Corona dengan Hidup Sehat

Kamis, 05 Maret 2020, Dibaca : 1285 x Editor : nugroho

Ahmad Sampurno
RAKOR : Dinas Kesehatan Blora mengimbau masyarakat untuk melaksanakan pola hidup sehat untuk menangkal virus corona.


SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora - Masyarakat Kabupaten Blora, Jawa Tengah, diimbau tidak cemas dengan penyebaran Virus Corona atau COVID-19. Yang perlu dilakukan agar terhindar virus  dari Whusan, China tersebut adalah dengan menjaga pola hidup sehat.  

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Blora, Lilik Hernanto, menjelaskan pada dasarnya penyakit yang disebabkan oleh virus corona belum ada obatnya, beda dengan bakteri. Yang bisa melawannya adalah sistem kekebalan tubuh (imunitas) itu sendiri. 

Baca Lainnya :

    "Jadi yang lebih penting adalah menjaga pola hidup sehat agar tidak mudah tertular COVID-19,” ujarnya saat rapat koordinasi (Rakor) kesiapan penanganan dan kewaspadaan virus corona atau COVID-19, di Gedung Samin Surosentiko, Rabu (4/3/2020).

    Dicontohkan pola hidup sehat adalah dengan menjaga gizi makanan yang dikonsumsi (perbanyak sayuran dan buah-buahan), olahraga teratur, dan istirahat yang cukup. 

    Baca Lainnya :

      "Jika pola hidup sehat ini telah dijalankan, maka tidak perlu cemas akan terjangkit COVID-19," tegasnya.

      Menurut Lilik, orang sehat tidak perlu pakai masker. Jangan seperti di Jakarta, semuanya berburu masker sehingga barangnya menjadi langka dan mahal.

      "Yang wajib pakai masker itu hanya yang sedang sakit, batuk-batuk, dan petugas kesehatan yang sedang memeriksa pasien,” tuturnya.

      Selain itu, juga harus membiasakan cuci tangan setelah beraktifitas di tempat umum. Agar kotoran dan kuman yang menempel di tangan tidak langsung terkena muka atau masuk ke dalam tubuh saat makan.

      “Pahami cara cuci tangan yang benar, pakailah sabun sabun cair dan membilasnya dengan air yang mengalir,” tandasnya.

      Pihaknya meminta seluruh stakeholder terkait, bisa menyosialisasikannya agar masyarakat tidak panik dan resah. Sosialisasi ini tidak hanya menjadi tugas tenaga kesehatan, namun seluruh stakeholder terkait.

      “Kami berharap anggota Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga ikut menyosialisasikan hal ini kepada masyarakat desa. Bantu kami agar masyarakat tidak cemas dan panik,” tambahnya.

      Kepada seluruh puskesmas dan rumah sakit diminta melaksanakan sejumlah kewaspadaan. Yakni menggencarkan sosialisasi pada unit-unit terkait dan melakukan screening terhadap warga yang pulang dari luar negeri.

      Disamping itu menanyakan riwayat perjalanan dari negara terjangkit selama 14 hari terakhir pada setiap pasien pneumonia (radang paru). Jika ada kasus diminta untuk segera lapor ke Dinas Kesehatan.

      “Jika ada yang suspect agar segera dilakukan rujukan ke rumah sakit. Rujukan akan kita tujukan ke RS Kariyadi Semarang dan RS Moewardi Solo,” ucapnya.

      Dinas Kesehatan Blora juga mendirikan pos kesehatan di fasilitas umum atau lokasi kedatangan masyarakat dari luar daerah, seperti terminal dan stasiun kereta.

      Lilik mengimbau jika masyarakat ada yang mengalami batuk, demam tinggi, dan gangguan pernafasan (sesak nafas) segera periksa ke layanan kesehatan terdekat.  Atau hubungi Posko Penanganan COVID-19 yang dibentuk Dinas Kesehatan melalui nomor (0296) 531127 atau melalui aplikasi berbasis android Tanggap PSC 119.(ams)  


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more