Tarif Air PDAM untuk Proyek Gas JTB Rp15.000/Meter Kubik

Selasa, 18 Februari 2020, Dibaca : 389 x Editor : nugroho

dok/sbu
SEGERA DISUPLAI : PDAM Bojonegoro segera memasok kebutuhan air proyek Gas JTB yang sedang dikerjakan PT Rekind.


SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bojonegoro, Jawa Timur, akan menyalurkan air untuk kebutuhan proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, selama 18 bulan.

Plt Direktur Utama PDAM Bojonegoro, Joko Siswanto menjelaskan jangka waktu penyaluran air untuk kebutuan proyek gas processing facility (GPF) JTB tersebut mengalami perubahan dari sebelumnya. Awalnya selama tiga sampai empat tahun, sekarang hanya sampai akhir 2020.

Baca Lainnya :

    Selain itu, tarif yang dikenakan juga mengalami perubahan. Jika sebelumnya Rp8.450 per meter kubik, sekarang meningkat menjadi Rp15.000 per meter kubik.

    "Estimasi kami setahun bisa peroleh pendapatan Rp1,5 miliar," kata Djoko kepada suarabanyuurip.com, Selasa (18/2/2020).

    Baca Lainnya :

      Ditanya kapan PDAM akan mengalirkan air untuk proyek GPF JTB, Joko belum bisa memberi jawaban karena masih menunggu petunjuk dari Pemkab Bojonegoro.

      "Termasuk retribusi PDAM ke daerah, kami sedang menunggu Perda Penyertaan Modal disahkan," tandasnya. 

      Air yang akan disalurkan PDAM Bojonegoro berasal dari Sungai Bengawan Solo. Pekerjaan pipanisasi dari Kecamatan Purwosari menuju lokasi Gas Proccesing Facilities (GPF) di Desa Bandugrejo, Kecamatan Ngasem, sudah selesai 100 persen. 

      Air Sungai Bengawan Solo dialirkan menuju lokasi proyek GPF JTB melalui pipa sepanjang 10 kilo meter (KM) dari tandon milik PDAM di Desa Sedahkidul, Kecamatan Purwosari.(rien)



       


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more