Taruna AAL Belajar Cegah Penyalahgunaan BBM dan Pelumas di PPSDM Migas

Senin, 03 Mei 2021, Dibaca : 401 x Editor : nugroho

Ahmad Sampurno
TINGKATKAN KOMPETENSI : Taruna AAL belajar cegah penyalahgunaan BBM dan Pelumas di PPSDM Migas.


SuaraBanyuurip.com -  Ahmad Sampurno

Blora - Tahun 2021 ini, TNI telah mengirimkan dua gelombang Taruna Akademi Angkatan Laut ke PPSDM  Migas untuk mengikuti Pelatihan Pengelolaan Bahan Bakar Minyak dan Pelumas. Pertama, pada 29 dan 30 Maret 2021, dan  gelombang ke-2 pada 28-30 April 2021.

Widyaiswara Madya PPSDM Migas Arlucky Novandi  sekaligus Pemimpin Pelatihan, menjelaskan pelatihan ini dilaksanakan selama tiga hari. Kemudian dilanjutkan dengan Ujian Sertifikasi Petugas Pengukur Isi Tangki pada tanggal 3 Mei 2021 selama 26 jam pelajaran terdiri dari 21 teori dan 5 jam pelajaran praktik.

Baca Lainnya :

    “Pelatihan ini bertujuan agar peserta pelatihan mampu mengerti dan memahami tentang proses pengolahan BBM dan pelumas, pengetahuan produk BBM dan minyak lumas, pengelolaan BBM dan minyak lumas, pengukuran dan perhitungan minyak standar, sampling minyak, pengujian mutu BBM dan pelumas," kata dia, Senin (3/5/2021).

    Koordinator Penyelenggaraan dan Sarana Prasarana Pengembangan SDM PPSDM Migas, Sulistiyono, berterima kasih atas kepercayaan TNI kepada PPSDM Migas dengan tetap mengirimkan taruna Akademi Angkatan Laut.

    Baca Lainnya :

      “Setiap tahun selalu mengirimkan tarunanya untuk pelatihan di PPSDM Migas. Tidak salah AAL mengirimkan tarunanya ke PPSDM Migas karena kami sudah mempunyai pengalaman dan sarana yang cukup lengkap agar para taruna itu lebih memahami tentang bahan bakar kapal perang yaitu B30 sehingga penting untuk mengetahui pengelolaannya dan pelumas,” ungkap Sulis.

      Kepala Departemen Suplai Akademi Angkatan Laut Kolonel Laut Budi Wijaya Affandi, dalam amanat Gubernur Akademi Angkatan Laut, disampaikan, TNI AAL mengucapkan terima kasih atas kesediaan PPSDM Migas menerima AAL dengan jumlah 16 orang terdiri dari 11 taruna 5 orang taruni.

      Dijelaskan, pelatihan ini merupakan aplikasi teori yang telah diterima oleh para taruna yang memiliki tujuan untuk mengukur dan mengevaluasi sejauh mana kemampuan para taruna dalam memahami materi yang didapat.

      "Sekaligus mengaplikasikan materu tersebut. Sehingga nantinya dapat melaksanakan tugas sebagai Perwira Supply dan Asisten Kepala Departemen Logistik. Yang memerlukan ketelitian, kecermatan dan  keahlian dalam pelatihan ini,” tulis Gubernur AAL dalam amanatnya pada Rabu (28/4/2021). 

      Disampaikan, bahwa sasarannya agar para taruna mampu memahami dan menerapkan macam-macam bentuk formulir BMM dengan baik dan benar, mekanisme permintaan BMM, serta prosedur laporan pertanggungjawaban administrasi pembekalan dengan baik dan benar. 

      Dia berpesan, para taruna bisa  memanfaatkan kesempatan dengan baik. Sehingga sasaran dari pelatihan dapat tercapai secara optimal dan bisa menunjang tugas kedepan. 

      "Selaian itu, penerapan protokol pencegahan Covid-19 harus selalu dilakukan selama mengikuti pelatihan dan sertifikasi," pesannya. (adv/ams)



      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more