Tersangka Kasus Jebakan Tikus Diancam Hukuman 5 Tahun Penjara

Selasa, 13 Oktober 2020, Dibaca : 1033 x Editor : nugroho

dok/sbu
Kapolres Bojonegoro, AKBP. M Budi Hendrawan saat rilis sebelum pandemi Covid-19.


SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Dua orang ditetapkan sebagai tersangka penyebab meninggalnya empat orang satu keluarga akibat tersengat listrik jebakan tikus di Dusun Prijek, Desa Tambahrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. 

Mereka berinisial S dan T, warga dusun setempat. Keduanya adalah pemilik lahan dan yang memiliki jebakan tikus yang menggunakan aliran listrik.

Baca Lainnya :

    "Keduanya sudah kita tahan," ujar Kapolres Bojonegoro, AKBP M Budi Hendrawan kepada wartawan, Selasa (13/10/2020).

    Sebelum penetapan tersangka, lima orang telah diperiksa terkait kejadian tragis pada Minggu (11/10/2020). Rencananya, penyidik Polres Bojonegoro masih akan memanggil beberapa orang lagi untuk dimintai keterangan.

    Baca Lainnya :

      "Sementara dua orang kita tetapkan tersangka," tegasnya.

      Kedua tersangka disangka Pasal 359 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Kelalaian atau biasanya disebut juga dengan kesalahan, kurang hati-hati atau kealpaan yang menyebabkan orang lain mati. Ancaman hukumannya pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun.

      Dari keterangan tersangka kepada penyidik, kata Kapolres, kabel aliran listrik untuk jebakan tikus itu diambil dari rumah tersangka T yang berjarak sekitar 500 meter dari area persawahan. Aliran listrik tersebut biasa dipasang saat musim tanam cabai hingga mulai berbuah. Pemasangan jebakan tikus dilakukan sudah tiga bulan ini.

      "Pengakuan tersangka pemasangan jebakan tikus itu dilakukan untuk melindungi tanaman dari serangan tikus," tutur Kapolres. 

      Diduga aliran listrik yang digunakan untuk jebakan tikus kabelnya putus karena tiang penyangga roboh. Aliran listrik itu kemudian mengenai empat korban yang hendak ke sawah hingga meninggal dunia. 

      Keempat korban meninggal dunia itu adalah Parno (65) (Ayah), Reswati (55) (Ibu) serta kedua anaknya Jayadi (31) dan Zaenal Arifin (21). Keempat korban ditemukan oleh saksi Warno sekitar pukul 06.00 WIB tergeletak tidak berjauhan di pematang sawah.(suko)



      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more