Terus Berinovasi, Muslih Sukses Bawa Rendeng Jadi Desa Wisata Edukasi Gerabah

Sabtu, 10 Juli 2021, Dibaca : 423 x Editor : nugroho

Joko Kuncoro
Muslih, Kepala Desa Rendeng, Kecamatan Malo, sukses mengembangkan wisata edukasi gerabah.


SuaraBanyuurip.com -  Joko Kuncoro

Bojonegoro - Muslih berhasil memimpin Desa Rendeng, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menjadi desa wisata edukasi gerabah. Sarjana teknik ini sebelum menjadi kepala desa sempat mempunyai usaha warung internet dan jual beli gabah.

Kini, Muslih berhasil mengembangkan potensi kerajinan gerabah bersama pemuda karang taruna sejak menjabat awal 2014 lalu. Awalnya, ia dengan  pemuda tergerak dan mendiskusikan agar kerajinan gerabah tidak punah. Usahanya mendapat dukungan dari Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Bojonegoro untuk studi banding.

Baca Lainnya :

    "Dari situ Desa Rendeng mencoba berubah lebih berinovasi. Yang sebelumnya terkenal dengan celengan besar-besar kini mencoba berinovasi membuat sovenir, pernikahan hingga wisuda," katanya, Sabtu (10/7/2021).

    Untuk membuktikan Desa Rendeng berhasil berinovasi dengan memperkecil ukuran kerajinan gerabah ia mengirimkan ke dinas-dinas di Bojonegoro. Hal ini untuk menimbulkan kepercayaan bahwa Desa Rendeng berhasil berinovasi yang sebelumnya pernah gagal.

    Baca Lainnya :

      "Ya, setelah studi banding kami mencoba membuat celengan kecil-kecil bentuk hewan. Dikirim ke Dinas DPMD, Disbudpar, dan Disperinaker," ungkapnya Kepala Desa Rendeng yang menjabat dua periode itu.

      Pemasaran kerajinan gerabah ini, kata dia awalnya dikirim di pameran juga melalui media sosial. Selain itu, pembeli juga didatangkan ke wisata edukasi gerabah dan ditawarkan kerajinan gerabah yang sesuai kondisi masyarakat saat ini. Misalnya, bentuk celengan doraemo hingga upin-ipin karena menyesuaikan permintaan.

      "Untuk wisata edukasi gerabah ini mulai tahun 2015 lalu dan dikembangkan bersama-sama pemuda desa, dengan pengelolaan badan usaha milik desa (bumdes)," ungkapnya saat bercerita di Channel YouTube dariNOL

      Wisata edukasi gerabah ini memang hasil dari inovasi dari pemerintah dan pemuda desa. Yakni dengan tujuan mempertahankan potensi kerajinan gerabah asli Desa Rendeng.

      Kerajinan gerabah juga berkaitan dengan sejarah Desa Rendeng. Yakni berawal dari seorang pengembara yang melihat tanah liat kemudian diendeng-endeng atau dibentuk menyerupai hewan misalnya sapi atau kerbau. Dari situ, Muslih melanjutkan asal muasal Desa Rendeng yang memiliki tanah bisa dibentuk.

      "Untuk bahan masih sama menggunakan endapan Sungai Bengawan Solo khusus peralatan rumah tangga. Sedangkan, untuk gerabah diambil dari tanah yang berada di hutan," ungkapnya.

      Ia menjelaskan, perajin gerabah ini rata-rata dari penduduk Desa Rendeng mulai para pemuda hingga orang tua. Kedepan ia berharap Desa Rendeng bisa lebih dikenal dengan kerajinan gerabah. Sebab, kerajinan gerabah ini asli turun menurun yang diwariskan pendahulu.(jk)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more