Terus Merugi, Pedagang Daging Sapi di Lamongan Mogok Jualan

Senin, 26 November 2012, Dibaca : 1364 x Editor : nugroho

SuaraBanyuurip.com - Totok Martono

Lamongan - Akibat melonjaknya harga daging sapi yang terjadi dua minggu terakhir ini, sejumlah pedagang daging sapi di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, mogok berjualan. Mereka mengaku merugi lantaran sepinya pembeli.

Baca Lainnya :

    Data yang diperoleh SuaraBanyuurip, sedikitnya ada 27 pedagang daging sapi disejumlah pasar di Lamongan mogok berjualan. Puluhan pedagang itu tersebar di pasar Babat, Blawi, pasar ikan Lamongan, dan pasar Sidoarjo.

    Dipasar Sidorajo Lamongan misalnya, lapak para pedangan daging sapi tampak tutup. Mereka sepakat mulai, Senin (26/11/2012), tidak berjualan sampai pemerintah dapat menstabilkan harga daging sapi dipasaran. Sebab, sekarang ini, harga daging sapi mencapai antara Rp. 75 ribu ingá Rp. 80 ribu/kg. Sebelumnya hanya Rp. 50 ribu/kg ingá Rp. 55 ribu/kg.

    Baca Lainnya :

      “Setiap hari jualan selalu rugi Mas. Ini karena harga daging sapi terus naik. “ ujar Saiful (43) pedagang daging dipasar ayam lamongan.

      Menurutnya, kerugian itu dikarenakan menurunya pembeli daging sapi. Konsumen lebih memilih daging lain seperti ayam atau telor.

      “Ini sudah kesepakatan bersama, kalau ada yang nekad berjualan akan didenda Rp10 juta,” terang Saiful.

      Akibat mogoknya penjual daging ini berimbas langsung terhadap pedagang bakso. Sebab pedagang bakso tidak mendapat pasokan daging. Dampaknya, penjual bakso di Kota Lamongan dan di beberapa ruas jalan provinsi di wilayah tersebut hari ini tidak ada yang berjualan.

      “Kalau kondisinya terus seperti ini, ndak tahu mas harus bekerja apa lagi,” keluh Aji, salah satu penjual bakso di Kecamatan Deket .

      Menyikapi mogoknya pedagang daging sapi akibat melonjaknya harga, Kepala Sub Bagian Pemberitaan dan Hubunga masyarakat (Humas) Pemerintah Kabupaten Lamongan, Arif  Bakhtiar berjanji, akan  memperketak pengawasan penjualan ternak sapi keluar daerah sehingga di Lamongan tidak terjadi kekurangan stok yang berakibat melonjaknya harga sapi.

      “Penjualan sapi dari Lamongan ke luar daerah seperti ke Jakarta dan Jawa Tengah terus meningkat. Ini yang menjadikan stok daging di Lamongan terbatas. Nanti akan dibatasi,” sambung Arif. (tok/suko)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more