Tim Transparansi Migas Masih Mandul

Selasa, 25 Agustus 2015, Dibaca : 1517 x Editor : samian

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia 

 

Bojonegoro - Meskipun telah diterbitkan surat keputusan Bupati Bojonegoro, Jawa-Timur, tentang tim transparansi kegiatan usaha minyak dan gas bumi periode 2015-2018, masih terkesan mandul. Karena, hingga saat ini bagi yang dipercaya menangani belum ada tindak lanjut sama sekali.

Baca Lainnya :

    Kepala Dinas ESDM, Agus Suprianto, menyampaikan, tim transparansi ini terdiri dari 11 SKPD, 1 BUMD, 2 LSM di sektor migas, dan 6 orang dari tokoh masyarakat di desa ring 1 lapangan migas.

    "Memang belum ada pertemuan dengan tim untuk koordinasi lanjutan," kata Agus yang juga menjabat sebagai Sekretaris tim transparansi kepada suarabanyuurip.com.

    Baca Lainnya :

      Dia menyatakan, untuk saat ini masih memfokuskan beberapa pekerjaan. Diantaranya, masalah di Blok Cepu pasca kerusuhan beberapa waktu lalu. Selain itu, juga berkaitan sumur tua, dan rencana pemasangan pipa untuk jaringan gas.

      "Kita atur waktunya sambil jalan," tandasnya.

      Terpisah, Direktur Bojonegoro Institute (bI), Aw Saiful Huda, mengatakan, Tim Transparansi seharusnya sudah memulai melakukan konsolidasi, memetakan masalah-masalah terkait kegiatan migas di Bojonegoro.

      "Termasuk juga potensi pengembangan Blok maupun Participating Interest (PI) Lapangan Sukowati Blok Tuban," ungkapnya.

      Dijelaskan, ada tiga poin Perda Transparansi Migas, yakni Pendapatan, Lingkungan, dan Tanggungjawab Sosial perusahaan. Terkait pendapatan misalnya, harusnya tim ini mulai mentransparansikan PI, mendorong dibukanya informasi costrecovery oleh pemerintah pusat baik oleh SKK Migas maupun Kemenkeu atau lainnya.

      "Kalau tidak segera difungsikan, ya percuma ada Perda," pungkasnya. (rien)

       


Show more