Tingkatkan Produksi, Mutiara Bumi Jalin Kemitraan dengan Petani Hutan

Selasa, 27 Oktober 2020, Dibaca : 311 x Editor : samian


SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro - Guna meningkatkan hasil produksi pertanian, CV Mutiara Bumi menjalin kerjasama kemitraan dengan sebagian petani hutan di wilayah Kabupaten Bojonegoro. Hal itu dibuktikan dengan digelarnya acara penandatangan kontrak kerjasama yang dipusatkan di Balai Desa Nglampin, Kecamatan Ngambon, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (27/10/2020).

Hadir dalam acara para petani hutan, Kades Nglampin Agus Ronijaya, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Perhutani, Bank Jawa Barat (BJB) cabang Surabaya, Direktur CV Mutiara Bumi Hesti Yuliastanti, dan Muspika Ngambon.

Baca Lainnya :

    Dalam sambutannya, Koordinator Lapangan CV Mutiara Bumi, Sarif Usman, menyampaikan, petani yang ikut dalam program kemitraan untuk meningkatkan hasil produksi pertanian saat ini berasal dari empat kecamatan, yaitu petani dari Kecamatan Ngambon, Sekar, Gondang, dan Sugihwaras. Sementara lahan yang sudah disiapkan untuk ditanami jagung seluas sekira 100 hektar dari 1000 hektar.

    "Tahap awal ini fokus penanaman jagung. Untuk lahan yang sudah klir 100 hektaran, selebihnya masih proses seleksi. Program ini hanya diutamakan untuk petani sekitar hutan," kata Sarif Usman.

    Baca Lainnya :

      Dalam program kemitraan ini, lanjut Sarif, para petani diberikan pinjaman modal penggarapan, bibit, pupuk, dan obat-obatan. Selain itu, dalam pelaksanaannya juga diberikan pendamping dalam proses penanaman, dan pengantisipasian serangan hama.

      "Pupuknya nonsubsidi tujuannya agar tidak menggangu peredaran pupuk subsidi. Untuk modal penggarapan petani dipinjami modal senilai Rp3 juta. Sedangkan tim kusus pendamping, dalam 100 hektar satu pendamping," ujar pria yang juga mantan anggota DPRD Bojonegoro ini.

      Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Ngambon, Supranata, mengungkapkan terima kasih kepada CV Mutiara Bumi atas kepeduliannya yang telah melakukan kerjasama dengan para petani sekitar hutan, khususnya petani wilayah Kecamatan Ngambon dalam meningkatkan hasil produksi pertanian.

      Diharapkan dalam kerjasama ini harus saling menguntungkan dan jangan sampai ada yang dirugikan. Dengan begitu maka kerjasama akan bisa berlanjut kedepannya. Karena petani sudah dipinjami modal, baik berupa pupuk, obat-obatan, dan modal uang penggarapan. Sehingga harus digunakan dengan sebaik-baiknya sesuai kesepakatan.

      "Mudah-mudahan hasil produksi pertaniannya bagus, dan benar benar meningkat. Sehingga ekonomi petani ikut terangkat. Kemudian bagi petani angsurlah tanggungan pinjamannya dengan baik pula sesuai kontrak kerjasama yang ditandatangani," sarannya.

      Sementara Direktur CV Mutiara Bumi Hesti Yuliastanti, mengatakan, pinjaman yang diberikan petani adalah Kridit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga rendah. Yakni 6 persen setahun. Dalam program ini pihaknya menggandeng Bank Jawa Barat (BJB) Cabang Surabaya.

      "Untuk angsuran pinjamannya juga tidak sulit, yaitu diangsur setiap panen atau yang biasa disebut yarnen," ujarnya.

      Untuk hasil panen, lanjut Hesti, nantinya para petani yang sudah menjalin kemitraan tidak perlu bingung menjualnya, karena akan dibeli dengan harga umum.

      "Hasil panennya kita kelola sendiri, artinya kita beli langsung dengan harga umum," ucapnya.

      Hesti menjelaskan, ada tiga jenis tanaman yang menjadi prioritas, yaitu jagung, kacang tanah, dan padi. Namun dari ketiga tanaman komoditi tersebut yang saat ini diutamakan untuk ditanam adalah jagung.

      "Targetnya lahan di Bojonegoro seluas 2000 hektar. Semoga kerjasama ini dapat bermanfaat bagi petani hutan, dan berjalan baik, lancar, sesuai harapan bersama," pungkasnya.

      Salah satu petani hutan, Tatik, mengaku, senang adanya kerjasama kemitraan dengan CV Mutiara Bumi. Karena dapat membantu kelancaran petani sekitar hutan dalam memenuhi kebutuhan pertanian. Baik pupuk, obat-obatan dan lain sebagainya.

      "Tentu saya senang, modal dipinjami, hasil panen dibeli, dan bayar angsurannya setelah panen. Yang lebih bermanfaat lagi dapat pengalaman dalam bertani dari pendamping," ujar Tatik yang berdomisili di Dusun Gondang, Desa Nglampin ini.(sam)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more