Toleransi di Desa Kolong, Pemeluk Islam dan Katolik Hidup Rukun Puluhan Tahun

Minggu, 27 September 2020, Dibaca : 3378 x Editor : nugroho

joko kuncoro
HIDUP TOLERAN : Warga Desa Kolong memiliki toleransi tinggi. Mereka hidup rukun meski beda agama.


SuaraBanyuurip.com - Joko Kuncoro

Bojonegoro - Desa Kolong, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dikenal sebagai desa yang punya tingkat toleransi beragama cukup tinggi. Masyarakat Kolong hidup rukun puluhan tahun meski menganut agama berbeda.

Parlan, Pengatur Umat Gereja Santa Maria Desa Kolong menceritakan, Pada 1956 silam awal proses masuknya agama Katolik di Desa Kolong. Waktu itu ketika seorang bernama Mbah Danun pulang dari Kalimantan dengan membawa agama baru.

Baca Lainnya :

    Agama Katolik tersebut tidak disebarkan secara luas kepada masyarakat. Namun, hanya diperkenalkan saja, tanpa memaksa masyarakat untuk mengikuti agama tersebut.

    “Ya, tanpa paksaan. Karena masalah keyakinan itu urusan pribadi masing-masing,” katanya ditemui di area gereja.

    Baca Lainnya :

      Meski agama Katolik di Desa Kolong termasuk minoritas. namun, masyarakat tetap saling menghormati tanpa membedakan-bedakan agama. Bahkan, saling gotong-royong dan membantu antarsesama sudah menjadi kebiasaan warga. Mereka bersama-sama dalam pembangunan rumah, hajatan, dan tradisi adat istiadat tanpa membeda-bedakan keyakinan.

      ‘’Apalagi, ketika hari raya Natal tiba, mereka (umat Islam) juga kami ajak untuk makan bersama,’’ katanya kepada SuaraBanyuurip.com.

      Di Desa Kolong, umat Katolik kini sebanyak 115 orang. Jumlah itu jauh dari umat Islam yang jumlahnya lebih banyak atau mayoritas. Tempat pemakaman antara umat Katolik dan Islam hingga kini menjadi satu. Hanya saja, yang membedakan batu nisan.

      "Kalau umat Katolik diberikan tanda salib. Umat Islam diberikan dua batu nisan," ungkapnya.

      Tokoh Agama Islam, Desa Kolong Mastur menjelaskan, toleransi sangat dijaga antar beragama. Menghargai dalam beribadah menurut kepercayaan agama yang dianut.

      "Harus saling menghormati antarberagama. Karena masyarakat di Desa Kolong sudah mengetahui dalam kehidupan harus berdampingan," katanya.

      Dia menambahkan, jumlah penganut agama Islam di Desa Kolong menjadi mayoritas. Jika dipresentasekan ada sekitar 90 persen. 

      "Dari jumlah keseluruhan penduduk Desa Kolong sebanyak 2.700," ungkapnya. (jk)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more