Tri Kumantono Legenda Hidup Tenis Meja di Kota Migas

Kamis, 11 Februari 2021, Dibaca : 351 x Editor : samian

Arifin Jauhari
FOTO BERSAMA : Tri Kumantono (duduk) bersama pengurus di rumahnya selalu semangat dalam beraktivitas tenis meja.


Bagi masyarakat pegiat dan pecinta olahraga tenis meja di Kota Minyak dan Gas Bumi (Migas), begitu sebutan lain Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, bukan hal yang asing lagi, dan tak sedikit yang menyukai. Nama Tri Kumantono dengan tenis meja adalah satu kesatuan tak terpisahkan yang menjadikan legenda hidup di kota migas ini. Bagaimana tidak, lebih dari separuh umurnya telah ia dedikasikan untuk eksistensi tenis meja di Bojonegoro.

DILAHIRKAN di Cepu, 59 tahun yang lalu, namun Tri Kumantono yang akrab disapa "Nick" ini menghabiskan masa kecilnya di Kelurahan Karangpacar, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro.

"Saya mengenal tenis meja sejak tahun 1976, saat masih di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP)," kenangnya membuka kisah.

Baca Lainnya :

    Bakat luar biasa yang dimilikinya membuatnya dilirik banyak klub tenis meja kala itu. Pilihan Nick jatuh pada Persatuan Tenis Meja (PTM) Tunas Muda Bojonegoro, sebagai tempatnya bernaung, berlatih dan meraih prestasi.

    Dari berbagi kejuaraan yang pernah diikuti, Nick mengaku paling terkesan saat mengikuti kejuaraan tenis meja se Jawa Bali. Dimana peserta ada yang berasal dari beberapa negara tetangga dengan prestasi atlet tingkat Asia. Meski terhenti di babak 16 besar, tetapi bertanding melawan atlet dari berbagai daerah adalah pengalaman sangat berharga baginya.

    Baca Lainnya :

      Tahun 1997 adalah kali pertama bagi Tri Kumantono menjadi pelatih, setelah memutuskan berhenti menjadi atlet. Klub Perdana Jaya (PJ) yang saat itu dilatihnya, berlanjut ke Tunas Muda, kemudian Klub Djarum. Menurutnya terdapat momentum spesial, karena disitu ia dapat bertemu dengan atlet idolanya, Johnny Dacosta, yang bertepatan juga dipanggil khusus melatih klub Tunas Muda.

      Dari banyak atlet yang pernah dibinaannya, M. Syahru, adalah salah satunya. Melalui tangan dinginnya, M. Syahru mengharumkan Kota Bojonegoro dengan menjuarai Olimpiade Pelajar Tenis Meja Nasional Tahun 2008 silam.

      Menurut Nick, melatih tenis meja adalah panggilan jiwa. Materi tak pernah menjadi hitungan baginya. Tenis meja adalah olah raga yang sangat dicintai olehnya.

      "Saya melatih karena cinta tenis meja, bukan karena materi. Jadi saat melatih ya ringan saja tanpa beban. Coba bayangkan, rumah saya di Kedungadem, harus melatih ke kota, 40 kilometer pulang pergi. Jalan juga belum bagus seperti sekarang. Tidak bisa cepat sampai tempat latihan. Pergi sore, larut malam baru sampai rumah," ujarnya.

      Puluhan tahun sudah bapak satu anak satu cucu ini menjadi pelatih tenis meja andalan Kota Migas. Namun kehidupannya tetap bersahaja, bertolak belakang dengan anggapan orang bahwa dirinya bergelimang harta. Saat ini Tri tinggal dalam rumah sederhana di Desa Sidomulyo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

      "Bicara tenis meja adalah bicara hati. Saya tidak pernah mengukurnya dengan materi. Karena kalau bicara materi, tidak akan pernah ada kata cukup," katanya kepada SuaraBanyuurip.com.

      Terpisah, Ketua Persatuan Tenis Meja Cabang Bojonegoro, Lasiran mengaku, mengenal sosok Tri Kumantono sebagai pelatih berkepribadian sabar, tekun, optimis dan bersahaja.

      "Kami bangga dengan Pak Tri, namun yang lebih membanggakan lagi adalah kecintaannya tenis meja dan Bojonegoro mengalahkan iming-iming apapun. Termasuk materi untuk pindah ke jalur lain dan juga dipinang oleh daerah lain," ungkap Lasiran yang telah dua tahun memimpin PTMSI di Bojonegoro.

      Lasiran berharap, kehadiran Tri akan membenarkan hipotesanya bahwa atlet yang berprestasi itu hanya lahir dari organisasi yang solid, giat, tekun dan disiplin berlatih serta menerima materi dari pelatih.

      "Kalau toh ada atlet yang bisa berprestasi tanpa itu semua, itu sering saya katakan atlet tiban atau gawean dukun. Nah, Pak Nick akan mampu memenuhi harapan saya dan masyarakat Bojonegoro untuk melahirkan atlet yang berprestasi," pungkasnya.(Arifin Jauhari)

       


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more