Tulis 12 Buku, Rahayu Lestari Putri Menjaga Semangat Menulis dengan Membaca Buku

Selasa, 27 Oktober 2020, Dibaca : 162 x Editor : nugroho

joko kuncoro
Rahayu Lestari Putri menunjukkan salah satu dari 12 karyanya.


SuaraBanyuurip.com - Joko Kuncoro

Bojonegoro - Sejak kecil Rahayu Lestari Putri sudah menyukai dunia menulis puisi. Dia masih ingat betul waktu menjuarai lomba puisi. Saat itu ia duduk di bangku sekolah dasar. Namun semangatnya sempat naik turun, hingga kini, semangat menulisnya menyala dan telah menulis 12 buku baik solo maupun antologi.

Dalam proses kreatifnya, ia pernah kehilangan semangat menulis yakni ketika SMP hingga SMK. Alasannya, tidak ada teman yang memiliki kesukaan menulis. Akhirnya mulai terbawa meninggalkan dunia menulis.  Mahasiswi asal IAI Sunan Giri Bojonegoro itu, ketika memasuki bangku kuliah kembali menemukan semangat menulis.

Baca Lainnya :

    "Saya masih ingat, ada salah satu mahasiswa bernama mengajak untuk bergabung di Komunitas Kita Belajar Menulis (KBM). Dan akhirnya saya tertarik," katanya, Senin (26/10/2020). 

    Rahayu mengatakan, berawal memasuki komunitas itu ia mulai mengenal teman dan guru literasi. Akhirnya, semangat menulis mulai bertambah, yang awalnya kendor karena tidak mempunyai teman sehobi untuk menulis.

    Baca Lainnya :

      Menurutnya, menulis dapat menerbitkan kebahagiaan. Juga, dengan menulis bisa bebas dalam mengutarakan pemikiran. Selain itu, ada tokoh penulis yang memotivasi Rahayu untuk semakin giat dalam menulis. Seperti J.K Rowling penulis buku Harry Poter, Pramoedya Ananta Toer, dan Boy Candra.

      Hingga kini, ia sudah menulis buku solo atau karya sendiri sebanyak tiga buku. Di antaranya buku My Life My Love, BIRU, dan Nyalakan Semangat Hidupmu. Sedangkan buku antologi ada sembilan judul, seperti judulnya Semesta, Jalan Setapak, Kartini Masa Kini, Teruntuk Cinta, Membaca Indonesia (Kumpulan Esai Pendidikan, Politik, Ekonomi), Lentera Sajak Pandemi Kala Itu, Aku, Tuhan dan Pendidikan, dan Bukan Kehilangan.

      "Setiap orang yang menulis pasti pernah mengalami kesulitan, namun kalau kata guru saya menulis itu akan menjadi mudah jika terus dilatih. Karena, menulis adalah kegiatan yang memerlukan proses panjang," kata Rahayu.

      Rahayu mengaku hingga kini masih berlatih menulis. Salah satunya dengan cara membaca buku. Karena dengan membaca bisa memperbanyak diksi tulisan. Selain itu, bagi Tahayul juga harus menjadi pendengar yang baik juga melihat dan peka terhadap lingkungan sekitar.

      "Karya buku saya da yang fiksi dan non fiksi. Saya tidak bisa berpacu hanya dengan satu genre. Sekarang, saya sedang menunggu jawaban dari editor untuk karya cerita anak saya satu seri (4 judul) dari penerbit," ucap perempuan asal Desa/Kecamatan Bubulan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur itu.(jk)



      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more