Tumbuhkan Ekonomi Masyarakat, EMCL Bantu Pembangunan Fasilitas Wisata Embung Bonorejo

Senin, 08 November 2021, Dibaca : 346 x Editor : nugroho

dok.sbu
PASANG PAVING : EMCL mendukung pembangunan fasilitas area Embung Bonorejo untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat.


SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Operator Lapangan Minyak Banyu Urip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) mendukung pengembangan wisata Embung Bonorejo. Diharapkan dengan dukungan tersebut bisa menjadi pengungkit ekonomi masyarakat. 

Basmo sebentar lagi menempati tempat representatif untuk berjualan. Pedagang bakso dan mie ayam asal Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur itu bakal menempati bedak (kios) yang sedang dipersiapkan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bonorejo Barokah. Lokasinya berada di area wisata Embung Bonorejo.

Baca Lainnya :

    "Nanti kalau itu sudah selesai dibangun, saya akan pindah ke situ," ujarnya.

    Kios baru yang akan dia tempati lokasinya lebih bersih daripada tempat berjualannya sekarang ini. Sebab kios tersebut dibangun permanen dan lantainya dipaving.

    Baca Lainnya :

      "Tentu ini akan membuat pembeli lebih nyaman. Mudah-mudahan nanti setelah pindah ke situ semakin ramai. Apalagi, di wisata Embung Bonorejo ini juga sedang ditambah fasilitasnya, sehingga bisa menarik pengunjung," harapnya.

      Basmo tidak sendiri. Dua pedagang lainnya juga akan direlokasi ke kios baru.

      "Insyaallah nanti awal tahun 2022 pindah ke situ," sambung Saroh, pedagang kopi.

      Ketiga pedagang tersebut selama ini berjualan di area wisata Embung Bonorejo. Mereka menempati tempat berjualan seadanya dengan lantai tanah.

      Namun dengan adanya program aksi kemitraan untuk pemberdayaan masyarakat (Patra Daya) dari EMCL, mereka bisa menempati tempat berjualan yang lebih memadai. Sebab dalam program ini EMCL membangun sejumlah fasilitas area wisata Embung Bonorejo.

      Di antaranya, tiga kios untuk pedagang, paving sepanjang 70 meter dengan lebar 7 meter, musala dan toilet.

      "Sesuai jadwal pekerjaan ini selesai pada Desember nanti. Sekarang ini pekerjaan sudah mencapai 60 persen," ujar Ramin, Sekretaris Tim Pelaksana Pembangunan Fasilitas Area Embung Bonorejo kepada suarabanyuurip, Senin (8/11/2021).

      Pria yang juga pengurus BUMDes Bonorejo Barokah ini optimis pembangunan sejumlah fasilitas tersebut dapat menjadi magnet bagi pengunjung untuk datang ke wisata Embung Taman Tirto Bonorejo. Sehingga dapat lebih menghidupkan usaha-usaha kecil yang ada.

      "Dengan begitu akan meningkatkan perekonomian masyarakat," tegasnya.

      Pihaknya akan menggelar event setelah sejumlah fasilitas yang sedang dibangun selesai dikerjakan. Salah satunya adalah lomba memancing.

      "Selama ini yang dikeluhkan pengunjung toilet dan musola. Tapi dengan bantuan EMCL ini keluhan itu bisa teratasi," pungkasnya.

      Kepala Desa Bonorejo, Rachmad Aksan mengucapkan terima kasih kepada EMCL atas bantuan pembangunan fasilitas area wisata embung. Menurut dia, program infrastruktur ini sudah lama ditunggu-tunggu warga, karang taruna dan BUMDes karena dapat mendukung pengembangan destinasi wisata Embung Bonorejo.

      "Apalagi sekarang ini akses jalan Bonorejo - Beged sedang dibangun cor beton. Ini akan memudahkan wisatawan datang ke wisata Embung Bonorejo. Sehingga bisa menumbuhkan ekonomi masyarakat di sini," jelas Aksan, panggilan akrabnya.

      Program pembangunan fasilitas area wisata Embung Bonorejo ini didampingi oleh Lembaga Informasi dan Komunikasi Masyarakat Banyuurip Bangkit (LIMA 2B), mitra EMCL. Selain di Bonorejo, ada empat desa yang menjadi sasaran Patra Daya. Yakni Desa Begadon, Katur, Beged dan Mojodelik.

      Untuk Desa Begadon adalah pembangunan gedung Perpustakaan Desa (Perpusdes). Perpusdes ini sebelumnya berada di Taman Kanak-kanak, kemudian dipindah di SDN Begadon. Sekarang ini pekerjaan telah mencapai 70%.

      Sedangkan di Desa Katur berupa drainase atau U-Ditch -saluran air dari beton berbentuk huruf U- sepanjang 150 meter yang berada di Dusun Kebonturi. Pekerjaan saat ini telah mencapai 85%.

      Sementara di Desa Beged diperuntukkan altar dan penerangan jalan di dalam tempat pemakaman umum (TPU). Pekerjaan saat ini telah mencapai 45%. Dan, di Desa Mojodelik untuk penambahan fasilitas di wisata Puthuk Kreweng.

      Perwakilan EMCL, Ali Mahmud menyampaikan, program pengembangan masyarakat yang dilaksanakan telah mendapat persetujuan dari SKK Migas. Ada tiga pilar program pengembangan masyarakat yang dilaksanakan EMCL di wilayah operasinya yakni bidang kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.  

      "Patra Daya pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan ini merupakan salah satu kontribusi EMCL untuk menumbuhkan perekonomian masyarakat," tegas Ali saat sosialisasi di desa sasaran program.(suko)



      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more