Urai Kemacetan, Pemkab Bojonegoro Bakal Bangun Flyover Bundaran Jetak

Jum'at, 20 November 2020, Dibaca : 604 x Editor : samian

Arifin Jauhari
URAI KEMACETAN : Arus lalulintas di bundaran Jetak kerap terjadi kemacetan dan pemkab urai kemacetan bakal bangun flyover.


SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, berencana bakal membangun jembatan layang (Flyover) di seputar bundaran jetak hingga melintasi rel kereta api di Jalan HOS Cokroaminoto. Pembangunan dilakukan guna mengurangi kemacetan yang kerap terjadi di Bundaran Jetak.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro, Anwar Mukhtadlo mengatakan, bahwa rencana pembangunan jalan layang tersebut baru pada tahap fasibility study atau studi kelayakan terlebih dahulu dimulai tahun depan.

Baca Lainnya :

    "Tahun depan baru akan dilakukan studi kelayakan, setelah itu baru nanti dilanjutkan perencanaan pembangunan fisiknya," kata kepala Bappeda Anwar Mukhtadlo, kepada Suarabanyuurip.com, Jumat (20/11/2020).

    Dari hasil tahapan studi kelayakan, lanjut Anwar Mukhtadlo, baru nantinya ditentukan titik dimana dibangunnya jembatan layang. Direncanakan titik dibangunnya jalan layang nantinya berada di bundaran jetak ke arah selatan melintasi rel kereta api Jalan HOS Cokroaminoto.

    Baca Lainnya :

      Anwar Mukhtadlo menambahkan, pembangunan jembatan layang di lokasi tersebut untuk mengurai kemacetan yang sering terjadi pada jam-jam tertentu. Truk-truk bermuatan berat juga kerap melintas, disebabkan lokasi itu terhubung dengan jalan provinsi dan jalan nasional.

      "Pembangunan jalan layang ini juga untuk mengimbangi pembangunan jalan provinsi yang saat ini sudah diperlebar. Sehingga aksesnya nanti menjadi semakin mudah," ujarnya.

      Rencana pembangunan jembatan layang sebenarnya sudah pernah disinggung sejak lama, namun belum pernah ada tindak lanjutnya. Baru saat ini mulai ada tindak lanjut dengan tahap awal studi kelayakan. Dan beberapa tahapan berikutnya yang masih sangat panjang. Setelah tahapan studi kelayakan nanti selesai, akan dilanjutkan dengan pengurusan dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL).

      "UKL dan UPL adalah upaya untuk mengelola dan memantau kegiatan yang tidak memiliki dampak bagi lingkungan hidup, yang mana diperlukan untuk proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan atau kegiatan," tutup Anwar Mukhtado.(fin)

       


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more