Usaha Sablon Anas Thohirin Terdampak Pandemi, Penjualan Menurun Drastis

Senin, 15 Februari 2021, Dibaca : 148 x Editor : nugroho

joko kuncoro
TERDAMPAK PANDEMI : Anas Thohirin tetap menggeluti usaha sablon meskipun penjualannya turun drastis akibat terdampak pandemi.


SuaraBanyuurip.com -  Joko Kuncoro

Bojonegoro - Awalnya Anas Thohirin memulai usaha sablon pada 2011 lalu. Ia melihat peluang waktu itu sedang ramai pertandingan sepak bola. Namun, pandemi covid-19 membuat usahanya turun drastis. Namun, ia tetap berusaha bertahan.

Sebelum memutuskan untuk buka usaha sablon, Anas sempat mengikuti kursus desain grafis selama setahun. Dari situ yang melatarbelakangi olah desain semakin terasah. Namun, bagi dia desain tetaplah sebuah desain tanpa diwujudkan tidak akan menjadi karya.

Baca Lainnya :

    "Akhirnya mencari teman yang bisa sablon, tanya-tanya bagaimana tahapan proses membuat sablon. Juga, sambil baca referensi dan cari vidio tutorial di media sosial," katanya, Senin (15/2/2021).

    Namun, untuk saat ini pesanan menurun drastis karena pandemi Covid-19. Sedangkan, dunia desain tak ada habisnya untuk untuk dikulik meski banyak tantangan. Salah satunya banyak pelaku usaha sablon.

    Baca Lainnya :

      Dia mengatakan, untuk pemasaran mengandalkan media sosial juga dari workshop dan jaringan. Sementara itu, dalam menggeluti usaha sablon juga harus memiliki keahlian seperti menggambar atau editing gambar. Juga mixing warna serta mengetahui karakter bahan baku seperti jenis cat dan kain.

      "Kalau jumlah produksi tergantung desain. Jika desain mudah ya ratusan lebih, sedangkan desainnya rumit ya antara 50 hingga 80 kaus," ungkap lelaki asal Desa Sumberarum, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur itu.

      Anas menambahkan, ia selain memiliki usaha sablon dan usaha pengelasan seperti membuat pagar tralis dan kanopi. Namun, usaha tersebut jika ada job dan tidak terlalu sering.

      "Untuk saat fokus bertahan saja dulu kondisinya tidak memungkinkan untuk berkembang. Harapannya kondisi segera membaik, sehingga memungkinkan masyarakat untuk berkegiatan," katanya.(jk)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more