Warga Banjarsari Sepakat Jual Lahannya untuk Migas Pad C Sukowati

Sabtu, 13 Juni 2020, Dibaca : 1543 x Editor : nugroho

dok/sbu
PAD B SUKOWATI : Warga Dusun Karang, Desa Banjarsari telah sepakat jual lahanya untuk pengembangan migas Pad C Sukowati.


SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Warga Dusun Karang, Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, sepakat menjual lahannya untuk kebutuhan pengembangan Lapangan Migas Sukowati Pad C.

Lahan yang akan dibebaskan seluas 4 hektar (Ha), milik sekitar 23 warga. Luas tersebut termasuk untuk akses jalan.

Baca Lainnya :

    "Warga sudah sepakat menjual lahannya, bukan disewa," kata Kepala Desa Banjarsari, Fatkhul Huda dibubungi suarabanyuurip.com, Jumat (12/6/2020) kemarin.

    Dijelaskan, kesepakatan tersebut setelah Pertamina EP Asset 4 Field Sukowati melakukan dua kali sosialisasi. Pertama, di salah satu cafe di Jalan Gajah Madapada sebelum puasa ramadan 1441 H/2020 lalu. Kedua, di Balai Desa Banjarsari sebelum lebaran pada 20 Mei 2020.

    Baca Lainnya :

      "Itu baru kesepakatan menjual lahan untuk migas Pad C Sukowati. Bukan soal kesepakatan harga. Kalau harga negoisasinya dor to dor," terang Huda.

      Untuk diketahui, pengembangan Pad C Sukowati akan menyedot minyak di bawah Alun-alun dan Pendapa Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

      Teknisnya dengan cara dibor miring dari Dusun Karang, Desa sejauh sekitar 1,5 kilometer. Pipa akan berada di bawah Sungai Bengawan Solo dengan kedalaman sekitar 30 meter. Pengeboran pipa berada di kedalaman sekitar 10.000 MD atau bawah tanah. 

      Lahan yang akan dibebaskan untuk penyiapan tapak sumur. Sebelumnya, pada sosialisai pembebasan lahan Pad C-1 Sukowati, 7 September 2015 di Ruang Angling Dharma Pemkab Bojonegoro, ada sebagian pemilik lahan yang menginginkan tanahnya disewa.

      Sumur Pad C Sukowati bisa berproduksi 4 ribu hingga 5 ribu barel per hari atau BPH dari sembilan sumur. Dengan usia produksi  7 sampai 8 tahun. 

      Pengembangan Migas Pad C ini pernah dipaparkan operator lama Lapangan Migas Sukowati Joint Operating Body Pertamina - Petrochina East Java (JOBP-PEPJ) kepada Pemkab Bojonegoro di era pemerintahan Bupati Suyoto, dan pemilik lahan pada 2015.

      Bahkan Bupati Suyoto kala itu sempat mewacanakan akan memindah pendapa dan gedung Pemkab jika diperlukan untuk pengembangan Pad C Lapangan Sukowati.

      Jika pengembangan Pad C segera dilakukan dipastikan akan menambah jumlah produksi Lapangan Sukowati. Tentunya akan menambah target lifting minyak nasional bersama produksi Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, yang saat ini mencapai 225 ribu barel per hari atau setera 32 juta liter per hari (1 barel setara 159 liter).(suko) 




Show more