Warga Bersama TNI Bedah Rumah

Lestarikan Budaya Gotong-royong

Minggu, 18 Januari 2015, Dibaca : 2275 x Editor : nugroho

d suko nugroho
BEDAH RUMAH : Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol Arhanud Sjahrir Ridjadi bersama warga gotong-royong rehab rumah Bambang.


SuaraBanyuurip.com 

Budaya gotong-royong masih terpatri erat di tengah-tengah masyarakat pedesaan. Setidaknya itu terlihat dalam bedah rumah yang dilaksanakan warga bersama TNI.

Suasana berbeda terlihat di Dusun Dalemkidul, Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Minggu (18/1/2014) pagi sekira pukul 07.00 WIB. Puluhan warga bersama anggota TNI Kodim 0813 Bojonegoro berkumpul di depan rumah Bambang Eko Purwanto,(40), warga RT.10/RW/03. Mereka membawa beragam peralatan tukang dan kuli bangunan.

Baca Lainnya :

    Rumah berukuran 8x4 meter berlantai tanah dengan dinding papan dan lantai tanah itu kondisinya tak layak huni. Beberapa bagian kayu penyangganya telah lapuk dimakan usia. Begitu juga dengan dinding kayu berubang di sana-sini. Jika rumah itu dibiarkan lebih lama, bukan tak mungkin bila angin kencang menerjang akan roboh. 

    Kondisi itulah yang menggugah kesadaran pemuda dan warga Dalemkidul untuk merehab rumah Bambang. Secara sukarela warga berswadaya untuk urunan membeli material. Selain itu juga menyumbangkan tenaga dan keahlihannya untuk membantu memperbaikinya.

    Baca Lainnya :

      Karena warga sadar, dengan pekerjaan Bambang sebagai buruh bangunan, tak memungkinkan ia bisa melakukan rehab sendiri. Jangankan untuk rehab, penghasilannya dari membanting tulang tiap hari hanya cukup untuk kebutuhan makan sehari-hari.

      "Rencana ini begitu mendadak. Senin lalu kita melihat kondisi rumahnya, Rabu malam kita musyawarah, esoknya mencari sumber dana dan hari ini kita laksanakan pemugaran," kata Ketua Sub Karang Taruna Dalemkidul, Sulaiman kepada suarabanyuurip.com.

      Kepedulian warga dalam rehab rumah ini cukup tinggi. Buktinya, banyak warga yang sukarela datang untuk menyumbangkan tenaganya dalam kegiatan tersebut. Tak jarang pula yang membawakan makanan, jajanan, dan minuman. Bahkan ibu-ibu dengan rela memasak makanan untuk makan para pekerja.

      Pemerintah Desa Ngumpakdalem pun sama. Semua perangkat digerakkan untuk mensukseskan kegiatan sosial tersebut.

      "Kegiatan seperti ini harus dicontoh dusun dan lingkungan lain. Dengan gotong-royong seperti ini akan meringankan beban warga yang membutuhkan," sergah Kepala Desa Ngumpakdalem, Ahmad Burhani.

      Bagi warga Dalemkidul, bedah rumah tak layak huni (RTHL) bukan yang pertama kali dilaksanakan. Kegiatan ini sudah dilakukan beberapa kali dan dengan cara swadya. Tiga rumah warga yang sudah direhab sebelumnya adalah milik Satam (70), Saleh (85), dan Suparman, (43).

      "Rehab rumah milik Bambang ini merupakan kegiatan yang ke empat kali yang dilakukan pemuda bersama warga Dalemkidul," sergah Samsul Arif, Sekretaris Sub Karang Taruna Dalemkidul.

      "Harapan kami dengan kegiatan seperti ini, dapat menumbuhkan kepedulian para pemuda terhadap sesama yang membutuhkan bantuan," lanjut Syamsul.

      Bukan hanya warga dan pemerintah desa, Komando Distrik Militer (Kodim) 0813 Bojonegoro juga turut mendukung kegiatan ini. Bahkan Komandan Kodim 0813, Letkol Arhanud Sjahrir Ridjadi bersama anggotanya turun langsung dalam rehab rumah milik Bambang. Juga membantu material.

      Mereka bersama warga bergotong-royong, bahu membahu ikut memugar rumah. Dengan penuh semangat aparat keamanan berbaju doreng itu ikut mengangkat pasir, batu kumbung, dan pekerjaan lainnya.

      "Kami merasa senang dan bangga dilibatkan dalam gotong royong seperti ini. Ini akan semakin memperkokoh hubungan TNI dengan masyarakat," tegas Sjahrir Ridjadi di sela-sela ikut gotong royong.

      Kegiatan bedah rumah sendiri telah dilakukan Kodim 0813 Bojonegoro sejak tiga tahun lalu. Sasarannya adalah rumah tak layak huni. Untuk tahun 2015 ini, kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Bank Jatim.

      "Program bedah rumah ini merupakan wujud kepedulian TNI sesuai dengan UU TNI Nomor 34 tahun 2014 khususnya OMSP, yaitu dengan membantu warga miskin atau kurang mampu," tandas pria asli Demak itu.

      "Sekaligus sebagai sarana untuk membantu pemerintah daerah dalam pemberdayaan wilayah serta mengatasi kesulitan rakyat dalam meningkatkan taraf hidupnya dengan menyiapkan rumah yang layak huni," lanjut Sjahrir Rijadi.

      Untuk mewujudkan ini semua, Sjahrir berharap, adanya koordinasi dan kerjasama dari semua pihak mulai dari perusahaan, pemerintah daerah, kecamatan, desa, dan masyarakat.

      "Karena gotong royong yang guyub dari masyarakat menjadi kunci penentu keberhasilan semua program yang dilaksanakan pemerintah," pungkasnya.

      Pada rehab rumah Bambang ini, ada beberapa bagian rumah yang direhab dan diganti. Di antaranya kayu penyangga, dinding, plester lantai, dan podansi dengan batu kumbung.

      "Kita rencanakan rehab ini selesai dalam waktu tiga hari. Jika perlu malam kita lembur agar pekerjaan cepat selesai dan rumah bisa segera ditempati," serga Ketua RT 10/RW.03, Dusun Dalemkidul, Joni.

      Bambang, pemilik rumah, tak kuasa menahan haru dan senang atas kepedulian warga Dalemkidul, pemerintah desa, dan TNI yang sudah merehab rumahnya. Karena sebelumnya ia tak menyangka jika rumahnya akan direhab. 

      "Kami sekeluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dan kepdulian semua pihak. Seumur hidup kami tak akan melupakannya," ujar bapak satu anak itu di dampingi istrinya.(d suko nugroho)  

       

       


Show more