Warga Blora Terima Pembayaran Lahan Bandara

Rabu, 11 Desember 2019, Dibaca : 378 x Editor : rozaqy

Ahmad Sampurno
Warga Blora menerima pembayaran ganti untung dari lahan pembebasan perluasan Bandara Ngloram


SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Warga Kabupaten Blora Jawa Tengah, telah menerima pembayaran ganti untung dari lahan yang dibebaskan untuk perluasan Bandara Ngloram. Pembayaran dilakukan non tunai, melalui Bank Daerah yang telah ditunjuk. Pembayaran dan Validasi dilakukan di Balai Desa Ngloram Kecamatan Cepu, Selasa (10/12/2019).

Kepala Dinas Perumahan Permukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Blora, Pratikno Nugroho, menyampaikan, hari ini sudah dilakukan pelepasan hak atas tanah oleh warga terdampak. Sekaligus dilakukan pembayaran.

Baca Lainnya :

    “Pembayaran langsung ditransfer ke rekening warga penerima,” jelasnya.

    Setelahnya, Pemerintah Kabupaten Blora segera melakukan proses serah terima asset tersebut kepada Kementerian Perhubungan. Untuk digunakan perluasan Bandara.

    Baca Lainnya :

      “Ini langsung proses,” ujarnya.

      Pembayaran ganti untung ini ditargetkan bulan Desember dan akan dilakukan proses serah terima.

      “Tetap kami upayakan, sementara kami kirim hasil laporan dilampiri berita acara dari masing-masing pemilik lahan yang dibebaskan,” jelasnya.

      Terpisah, Siti Nurkhotimah, Warga Desa Ngloram, saat dikonfirmasi melalui sambungan telephonnya mengaku lega dengan ganti untung yang diterimanya. Dirinya menerima lebih Rp1 Miliar dari lahan yang dibebaskan.

      Disampaikan, dengan nilai yang dia terima itu dianggap lebih dari cukup. Sebab, harga sudah diatas lebih dari NJOP.

      “Kami dari petani tidak ada yang menyesal atau istilahnya nggrundel. Teman petani lain juga tidak menyesal,” kata dia.

      Rencananya, uang yang dia terima akan kembali dibelikan lahan pertanian. Sebab, pertanian adalah mata pencaharian utama keluarganya.

      "Kalau dari orang tua berpesan, dari tanah kembali ke tanah. Katanya biar mbarokahi. Lha kalau tidak bertani mau apalagi,” tandasnya.

      Akan tetapi, menurut dia, tidak mudah mencari lahan pengganti. Sebab belum tentu ada yang menjual sawahnya.

      “Sambil menunggu, sementara uangnya kami simpan,” ucap Siti Nurkhasanah.

       

       


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more