Warga Bonorejo Hentikan Proyek EPC 5 Banyuurip

Senin, 28 Januari 2013, Dibaca : 3210 x Editor : nugroho

suarabanyuurip.com/sam
BALIK KUCING : Mobil Security Kontraktor EPC - 5 Banyuurip diusir warga saat akan melintas di akses road.


SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro - Warga Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa Timur menghentikan proyek engineering procuremen and construction (EPC)-5 Banyuurip yang dikerjakan konsorsium PT Hutama Karya (HK) – PT Rekayasa Industri (Rekind), kontraktor Mobil Cepu Limited (MCL), operator sumur migas Blok Cepu, Senin (28/1/2013). Warga mengusir para pekerja dan menghentikan kendaraan proyek.

Dalam aksinya, puluhan warga melakukan sweeping dilokasi akses road yang melintasi jalan milik Pemerintah Desa (Pemdes) Bonorejo, tepatnya di dukuh Sokorejo (Puduk), desa setempat. Mereka menghentikan para pekerja maupun armada EPC 5 Banyuurip yang tengah mengangkut logistik proyek untuk membangun waduk buatan sebagai injeksi puncak produksi Banyuurip sebesar 165 ribu barel per hari (bph).

Informasi yang diperoleh dilapangan, penghentian proyek EPC-5 itu dikaranekan PT HK - Rekind dianggap tidak profesional dalam membuka tender pengerjaan proyek Waduk di Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam tersebut. Itu terbukti dari pemenang tender proyek tersebut bukan kontraktor lokal ring 1 sekitar proyek EPC-5 Banyuurip.

Salah seorang warga Desa Bonorejo, Pujianto, mengatakan, aksi warga ini dilakukan berawal dari sikap HK - Rekind yang tidak memaksimalkan kontraktor lokal ring 1 Banyuurip. Bahkan  Salah satu contohnya, tidak meloloskan PT lokal yang ikut penenderan tanpa alasan jelas.

"PT Rajekwesi Mitra Tama (RMT) dan Mitra Kinasih (MK) itu milik lokal tidak diloloskan tanpa alasan yang jelas. Hanya diberi surat tidak lolos itu saja, Mas," kata Pujianto salah satu warga yang melakukan aksi sweeping ditemui suarabanyuurip.com dilokasi akses road di Dukuh puduk, Desa Bonorejo, Senin (28/1/2013).

Pujianto menjelaskan, sweeping itu dilakukan kusus untuk aktivitas proyek EPC-5. Sedangkan untuk aktivitas EPC-1 tetap berjalan lancar.

"Mobil pengangkut pedel yang sedianya dibawa dilokasi Waduk dan mobil Scurity milik HK - Rekind saya suruh balik tidak boleh masuk sebelum ada kejelasan dari HK - Rekind terkait dengan penenderan proyek waduk tersebut," tegasnya.

Warga lainnya, Ramin, menilai tender yang dilakukan HK - Rekind ada peramianan dengan kontraktor pemenang proyek waduk.

"Masak tidak meloloskan penenderan kok tidak ada alasan yang jelas itu kan lucu to, Mas. Kemudian PT atau CV apa yang memenangkan juga tidak disebutkan. Justru saya menduga kalau HK - Rekind nanti akan main tunjuk saja," ungkap Ramin yang juga warga Bonorejo yang ikut swiping tersebut.

"Kalau tidak mau kerja sama yang baik dengan warga lokal jangan harap bisa lancar aktivitasnya diproyek EPC-5. Bahkan, swiping ini akan dilakukan pengerahan massa yang lebih besar lagi jika tidak segera dilakukan penyelesaian dengan baik," Ramin sambil mengembalikan mobil Security HK - Rekind di akses road.

Terpisah, hubungan masyarakat (Humas) PT Rekind, Herman Susetya ketika upaya dikonfirmasi suarabanyuurip.com melalui pesan pendek, Senin (28/1/2013) siang, terkait tudingan warga hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban.(sam)


Tidak ada komentar
Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more