Warga Gayam Meninggal Alami Depresi

Senin, 11 Maret 2019, Dibaca : 403 x Editor : samian

dok SBU
Lasiman warga Gayam yang ditemukan meninggal di semak semak kali gandong mengalami depresi.


SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Mayat berjenis kelamin laki-laki yang ditemukan disemak-semak turut Desa Ngrejeng, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Minggu (10/3/2019) kemarin sore, diketahui merupakan warga Dusun Sumur Pandan, Desa Gayam, Kecamatan Gayam, bernama Lasiman (43).

Kepala Desa Gayam, Winto, membenarkan, jika mayat yang tergeletak di sekitar Kali Gandong merupakan warganya.

Baca Lainnya :

    Bahkan, Minggu malam, dirinya bersama keluarga korban mengambil jenazah yang telah di autosi di RSUD Sosodoro Djatikusumo untuk dimakamkan.

    "Iya benar itu warga kami yang sempat meninggalkan rumah dan sudah tiga tahun mengalami depresi atau gangguan mental," kata Winto, kepada Suarabanyuurip.com, Senin (11/3/2019).

    Baca Lainnya :

      Menurutnya, pria kelahiran 1975 tersebut diketahui sempat kabur dari rumah orangtuanya. Bahkan pada Jumat (1/3/2019) lalu, sempat terlihat di Desa Mulyorejo, Kecamatan Tambakrejo, dan dijemput pulang namun kemudian lari lagi.

      "Jadi sejak Jumat itu, tidak diketahui keberadannya sampai akhirnya ditemukan meninggal Minggu sore," lanjutnya.

      Korban yang memiliki perawakan tinggi besar itu diketahui menikah dua kali dan semuanya berakhir dengan perceraian. Sejak bercerai dengan istri keduanya tiga tahun yang lalu itulah, tanda-tanda depresi mulai terlihat.

      "Dan sejak saat itu, korban terlihat linglung dan mengalami gangguan mental. Ya sudah seperti orang tidak sadar," tandasnya.

      Terpisah, Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadli, mengungkapkan, jika korban diduga mengalami gangguan mental dan tidak menyadari jika terjadi banjir.

      "Ada dugaan jika korban menjadi korban banjir karena tengah sakit mental," imbuhnya.

      Dari hasil autosi di RSUD Sosodoro Djatikusumo yang telah dilakukan, tidak menunjukkan tanda-tanda kekerasan. Sehingga, dugaan kematian korban karena luapan anak sungai dan tenggelam.

      "Tercebur ya, jadi tidak sadar kalau ada banjir disekitar dia," pungkasnya.(rien)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more