Warga Minta BPNT Tak Dihentikan

Selasa, 04 Agustus 2020, Dibaca : 809 x Editor : teguh


SuaraBanyuurip.com - Teguh Budi Utomo

Tuban –  Mayoritas Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari wilayah Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jatim berharap agar Bantuan Sosial (Bansos) tersebut tak dihentikan. Mereka menilai bantuan itu sangat bermanfaat disaat Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid 19)  menerpanya.

Data dari Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kecamatan Semanding menyebut, pada periode bulan Agustus 2020 terdapat 5.611 KPM penerima Bansos dari Kementrian Sosial yang tersebar di 15 desa dan dua kelurahan. Dari jumlah itu hanya dua KPM dari Desa Penambangan yang mengajukan pengunduran diri sebagai penerima karena merasa sudah mampu.

Baca Lainnya :

    Kendati terjadi peningkatan jumlah KPM dari periode sebelumnya 5.470 keluarga, namun pihak Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Semanding turun langsung untuk menjamin kualitas Bansos. Mereka mengecek bahan pangan berupa Beras 15 Kg, telur ayam 18 butir, daging ayam ½ Kg, tahu 10 biji, dan sebatang tempe sebelum dikirim ke agen di setiap desa.

    Sejumlah KPM penerima BPNT di wilayah Semanding saat ditemui menyatakan, mereka berharap agar Bansos dari pemerintah tersebut jangan dihentikan. Di samping sangat membantu masyarakat yang kesulitan disaat Pandemi Covid 19, bahan pangan itu menjadi gantungan disaat situasi sulit.

    Baca Lainnya :

      “Bansos ini sangat membantu disaat situasi kerja sulit, makanya banyak warga yang meminta agar bantuan jangan dihentikan dahulu sampai situasi kembali normal,” kata Untung di samping sejumlah KPM penerima BPNT saat ditemui di Semanding.

      Agen BPNT dari Desa Panambangan, Lilik Mundriana, menyatakan, dari sekitar 300 lebih KPM yang diageninya rata-rata meminta agar Bansos BPNT dilanjutkan. Terbukti dari jumlah tersebut hanya dua orang yang mengajukan pengunduran diri.

      “Rata-rata mereka berharap bantuan tidak dihentikan dahulu,” kata Lilik.

      Senada disampaikan agen BPNT dari Desa Begajung, Ana. Dari sekitar 200 KPM yang diageninya, tak satupun mengajukan pengunduran diri. Oleh sebab itu bisa disimpulkan, jika warga masih berharap program BPNT dilanjutkan.

      Sedangkan Camat Semanding, Danarji, menyatakan, sekalipun KPM program BPNT ada penambahan jumlah namun pihak Forpimka Semanding tak main-main dalam mengawasi penyaluran Bansos tersebut. Banyak warga penerima bantuan dari pemerintah tak menjadikan Forpimka lengah, bahkan setiap penyaluran bantuan diawasi dan dicek kelayakannya.

      “Ini sudah jadi komitmen kami, agar bantuan dari pemerintah ini benar-benar berkualitas sesuai yang dipersyaratkan,” tegas Danarji usai memeriksa beras dan telur ayam periode bulan Agustus 2020 sebelum didistribusikan ke agen bersama Kapolsek Semanding AKP Edy Purnomo, dan Danramil Kapten Inf Pri Wahyudi, di pendapa Kecamatan Semanding, Selasa (4/8/2020).

      Ia akui, memang mayoritas warga penerima manfaat BPNT di wilayahnya berharap Bansos tak dihentikan, namun ada juga penerima yang merasa mampu mengalihkan bantuan ke warga lain yang lebih membutuhkan. Selanjutnya didata ulang agar penerimanya benar-benar tepat sasaran.

      “Di lapangan memang ada warga penerima tetap menerima, kemudian bantuan diberikan kepada warga lain yang lebih berhak. Itu dilakukan sebelum data penerima dirubah oleh desa,” kata Danarji.

      Sementara itu, TKSK Kecamatan Semanding, Nurhadi, mengatakan, dari 5.611 KPM program Bansos BPNT di wilayahnya hanya ada dua KPM yang mengajukan pernyataan mundur sebagai penerima. Sesuai mekanisme berkasnya saat ini diproses dahulu oleh Pemdes Desa Penambangan, kemudian dari diajukan perubahan data ke Dinas Sosial melalui Kecamatan Semanding.

      “Untuk bulan Agustus ada tambahan 141 KPM dari periode sebelumnya sebanyak 5.470 KPM. Kita akan cek dalam pendistribusian periode ini apakah sudah masuk semua atau belum,” kata Nurhadi.

      Selain itu untuk wilayah Kecamatan Semanding, sebanyak 21 agen BPNT secara kolektif telah mengajukan rekomendasi perpanjangan. Termasuk tambahan satu agen dari Desa Boto yang sebelumnya belum ada agennya.

      “Yang mengeluarkan rekom adalah Dinas Sosial, setelah diajukan melalui desa, kecamatan, dan TKSK. Ini bagian dari upaya tertib administrasi, dan peningkatan pelayanan agen terhadap penerima bantuan,” papar pekerja sosial  itu.

      Nurhadi tak menampik, jika sebagian besar KPM di wilayahnya masih berharap agar program BPNT dilanjutkan. Meski begitu pihak pemerintah kecamatan bersama Forpimka bersama TKSK Kecamatan Semanding tetap memperketat penyaluran bantuan, untuk menjaga kualitas bantuan dari pemerintah tersebut.

      “Ini bagian dari amanat dari pemerintah yang harus dijalankan, agar bansos tepat sasaran dengan kualitas terjamin dengan baik,” pungkasnya. (tbu)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more