Warga Penerima Ganti Untung Lahan Kilang Tuban Diimbau Bijak Belanjakan Uang

Rabu, 17 Februari 2021, Dibaca : 585 x Editor : nugroho

Ist
Camat Jenu, Midun Riza Mohammad Maftuchin.


SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Tuban - Pemerintah Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mengimbau kepada para pemilik lahan yang menerima ganti untung pembebasan tanah New Grass Root Refinery (NGRR) untuk bijak menggunakan uangnya. Imbauan ini disampaikan menyusul pembelian ratusan mobil mewah oleh warga Desa Sumurgeneng setelah menerima uang ganti untung pembebasan lahan.

"Jauh hari sudah kami sosialisasikan kepada warga maupun melalui pemerintah desa agar uang ganti untung tidak digunakan untuk kebutuhan konsumtif, seperti membeli mobil mewah," ujar Camat Jenu, Midun Riza Mohammad Maftuchin dihubungi suarabanyuurip.com, Rabu (17/2/2021).

Baca Lainnya :

    Menurut Riza, panggilan akrabnya, pembelian mobil mewah oleh warga Sumurgeneng dari hasil ganti untung pembebasan lahan kilang Tuban bukan cara yang bijak. Sebab, nilai mobil mengalami penyusutan dalam beberapa tahun kedepan. 

    Seharusnya, lanjut Riza, uang ganti untung yang diterima pemilik lahan NGGR Tuban dibelanjakan untuk kebutuhan produktif. Seperti membeli sawah lagi, membuka usaha, atau investasi. Sehingga nantinya masih bisa diwariskan lagi kepada anak cucu. 

    Baca Lainnya :

      "Sebab keahlihan warga di sini selama ini bertani. Jadi uang itu bisa dibelikan sawah lagi sebagai ganti sawahnya yang dibeli Pertamina. Misalnya, bisa dibelikan sawah lagi sesuai luas sawah mereka yang dijual," saran Riza.

      Harga lahan milik warga yang dibeli Pertamina sudah di atas harga pasaran. Yakni per meter perseginya berkisar antara Rp600 ribu sampai Rp800 ribu. Sementara harga pasaran berdasarkan nilai jual objek pajak (NJOP) berkisar antara Rp100.000 hingga Rp200.000 ribu/M2. Sehingga uang ganti untung yang diterima dinilai sudah berlebih jika dibelikan sawah lagi.

      "Nah, baru sisanya bisa dibelanjakan untuk kebutuhan lain. Tapi yang utama harus dibelikan sawah lagi, membuk usaha atau investasi sehingga mereka tetap masih memperoleh pendapatan," tuturnya. 

      Oleh karena itu, Riza berharap kepada Pertamina untuk menggulirkan program tanggungjawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) yang dapat mendukung ekonomi masyarakat sekitar Kilang Minyak Tuban. Seperti pelatihan dibidang peternakan, pertanian, wirausaha, dan peningkatan sumber daya manusia (SDM). 

      "Kami mengapresiasi program pelatihan pengelolaan keuangan yang sudah diberikan Pertamina bersama Unair kepada pemilik lahan yang menerima uang ganti untung. Tapi program CSR ini harus terus berkelanjutan agar masyarakat bisa mandiri dan meningkat kesejahteraannya," pungkasnya. 

      Untuk diketahui, sebelumnya mayoriras warga menolak lahannya dibebaskan untuk proyek Kilang Tuban, dengan alasan sawah mereka telah menjadi gantungan hidup. Penolakan warga berujung hingga gugatan ke pengadilan tata usaha negara (PTUN). 

      Sikap kukuh warga menjadikan Pertamina memilih jurus pamungkas. Anak perusahaan BUMN itu menitipkan uang ganti untung ke Pengadilan Negeri Tuban atau konsinyasi. 

      Ada tiga desa yang menjadi sasaran pembebasan lahan proyek Kilang Tuban. Yakni di Desa Wadung 566 bidang, Desa Sumurgeneng 562 bidang, Kaliuntu 7 bidang, lahan Perhutani 1 bidang, dan lahan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup 1 bidang. Totalnya seluas 1.050 hektar. Semuanya berada di Kecamatan Jenu.(suko) 









      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more