Warga Perketat Penjagaan, 52 Rumah Kontrakan Kosong

Jelang Pilkades di Blok cepu

Sabtu, 01 Februari 2014, Dibaca : 1314 x Editor : nugroho

SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro – Pengetatan penjagaan yang dilakukan simpatisan masing-masing calon kepala desa (Cakdes) di beberapa desa di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang akan melaksanakan pemilihan kepala desa (Pilkades) pada Minggu (2/1/2014) besuk, berimbas pada aktifitas proyek engineering, procurement and constructions (EPC) Banyuurip, Blok Cepu.

Akibat pengetatan itu sedikitnya 52 rumah milik warga sekitar yang dikontrak tenaga kerja (Naker) EPC-1 Banyuurip, PT Tripatra Engineers & Constructors, kosong karena ditinggal pergi oleh pengontraknya. Puluhan rumah yang disewa para naker itu tersebar di desa-desa yang besuk akan melaksanakan Pilkades diantaranya Desa Gayam, Mojodelik, Brabowan, dan Bonorejo. Ditengarai para naker tersebut takut dengan pengetatan yang dilakukan simpatisan cakades.

Baca Lainnya :

    "Saya memilih tidak berada di Mes, Mas. Lebih baik keluar saja cari tempat sementara selama dua hari. Terpenting tidak di lokasi desa yang akan melasanakan Pilkades," kata salah satu naker proyek EPC 1 yang tidak mau menyebutkan kontraknya di desa mana dan tidak mau disebut namanya kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (01/02/2014).

    Namun begitu, hingga saat ini belum ada jaminan keamaan dari pihak kepolisian terhadap keberadaan tenaga kerja dari luar daerah yang mengontrak di rumah-rumah warga. Sedang disisi lain, sekelompok pemuda melakukan penjagaan di jalan-jalan lingkungan maupun poros desa untuk mengantisipasi orang dari luar daerah yang ingin mengacau pelaksanaan pilkades. Mereka menghentikan setiap orang dari luar daerah yang ingin masuk ke desa mereka dengan menanyakan identitas dan  tujuannya.

    Baca Lainnya :

      “Biasanya malam hari pencoblosan seperti ini yang sangat rawan ada orang luar daerah yang mengacau,” ujar Rakib, salah satu warga Desa Gayam.

      Sementara itu, Community Affairs PT Tripatra Engineers & Constructors, Budi Karyawan, membenarkan jika naker dari luar daerah yang mayoritas tenaga skil memilih meninggalkan mesnya yang menempati rumah-rumah warga. Mereka meninggalkan mesnya sementara selama sekira dua hari dan diperkirakan akan kembali pada Senin setelah Pilkades selesai dilaksanakan.

      "Total keseluruhannya sekira 52 Mes naker di desa sekitar Banyuurip yang kosong, Mas. Namun untuk lebih detailnya, kosong semua atau tidak kita masih menerjunkan tim untuk mengeceknya," kata Budi Karyawan melalui sambungan tepeonnya, Sabtu (01/02/2014) malam.

      Budi mempredeksi,  jumlah naker yang meninggalkan mesnya sebanyak 2000 sampai 3000 orang.

      Saat ini suarabanyuurip.com sedang berusaha mendapatkan konfirmasi dari Polsek Gayam terkait pengamanan naker dari luar daerah yang menempati rumah-rumah warga.(sam)

       


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more