Warga Ring 1 Sukowati Minta Tambahan Jaringan Pipa

Dilanda Krisis Air Bersih

Sabtu, 13 September 2014, Dibaca : 1673 x Editor : nugroho

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Masyarakat Dusun Plosolanang, Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengaku bingung mendapatkan air bersih saat memasuki musim kemarau seperti ini. Karena wilayah mereka masih dalam lingkup perkotaan yang seharusnya dapat lebih mudah mendapatkan air bersih.

Namun, kondisi warga yang berada di ring 1 Lapangan Migas Sukowati, Blok Tuban, itu tak ubahnya seperti masyarakat pinggiran hutan yang selalu dilanda krisis air bersih setiap musim kemarau. Dari 600 kepala keluaraga (KK) di Dusun Plosolanang, hanya 50 KK yang mengalami krisis air bersih.

Baca Lainnya :

    “Kami butuh solusi Mbak, kalau harus demo dulu baru dituruti droping air bersih ya repot,” kata Ririn, salah satu warga Dusun Plosolanang RT 22 RW 2 kepada suarabanyuurip.com.

    Dia mengatakan, seharusnya pemerintah desa ataupun operator Lapangan migas Sukowati, JOint Operating Body Pertamina PetroChina East Java (JOB P-PEJ) memperhatikan masalah ini. Karena hampir keseluruhan warga mendapatkan air bersih dari torn dan sumur bantuan operator migas, namun justru warga RT 22 yang lokasinya lebih dekat tidak mendapatkan sama sekali.

    Baca Lainnya :

      “Solusinya kan bisa pasang jaringan air lagi kepada warga yang belum kebagian air. Tinggal menambah pipa saja,” saran Ibu dua anak ini.

      Ririn menyatakan, gerakan yang digagasnya untuk melakukan demo sebagai bentuk protes kepada pemerintah desa (Pemdes) dan operator. Hal itu terpaksa dilakukan karena tidak mungkin setiap hari meminta warga lain yang tidak krisis air bersih.

      “ Ya malu to, masak tiap hari minta. Makanya saya minta ibu-ibu yang lain untuk demo, dan Alhamdulillah diberikan dropping air sekarang,” imbuhnya.

      Sementara itu, Kepala Dusun Plosolanang, Ali Mansyur mengatakan, pihaknya sudah merapatkan masalah tersebut agar bagiamana agar JOB P-PEJ memberikan bantuan kepada warga di RT 22 dengan menambah jaringan air bersih.

      “Kalau tandon air bersihnya mencukupi, tapi jaringannya yang kurang. Pipanya tidak bisa menjangkau warga disana,” sambung Ali, mengungkapkan.

      Ali mengatakan, sudah memintaJOB P-PEJ untuk memberikan tambahan pipa tapi sampai sekarang belum ada kabar. “ Kami sudah memasukkan permintaan itu untuk program CSR 2014, semoga diberikan,” lanjutnya.

      Terpisah, Humas JOB P-PEJ, Nurhasim, mengakui adanya permintaan pemdes untuk penambahan jaringan air bersih tersebut. Akan tetapi, tidak bisa langsung diberikan karena semua butuh proses.

      “Tetap kami usahakan, tapi yang bisa kami berikan sekarang dropping air bersih satu hari dua kali bagi warga yang krisis di RT 22 ini,” pungkas Nrhasim.(rien)


Show more