Warga Tiga Desa Tahan Alat Berat Migas

Rabu, 26 Februari 2020, Dibaca : 659 x Editor : nugroho

Ahmad Sampurno
DITAHAN WARGA : Alat berat masih tertahan di depan pintu Lapangan Migas Ledok.


SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Blora – Warga tiga desa, yakni Desa Sambong, Desa Pojokwatu dan Desa Ledok,  Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menghentikan 4 unit kendaraan alat berat milik PT Mandiri Trans Utama. 

Alat berat dihentikan saat akan keluar setelah melakukan pekerjaan work over di Lapangan Migas Ledok. Rencananya mobilisasi peralatan akan berjalan menuju Lapangan Migas Nglobo di Kecamatan Jiken. 

Baca Lainnya :

    Alat berat terparkir di depan pintu gerbang Distrik 2 Ledok, sejak Selasa (25/2/2020), pukul 24.00 WIB malam. Hingga sore ini, Rabu (26/2/2020), polisi masih terlihat mengawal aksi spontan yang dilakukan warga. 

    Nyoto, salah satu perwakilan warga Sambong, mengatakan, pengehentian alat berat ini untuk meminta kompensasi atau bina lingkungan sebesar Rp7 juta bagi pemerintah desa dan karang taruna di tiga desa.

    Baca Lainnya :

      "Karena alat berat melintasi desa,” kata dia.

      Suprihantono, perwakilan Desa Ledok, menyampaikan, waktu alat berat masuk lokasi tidak ada koordinasi dengan warga.

      "Kalau permintaan tidak dipenuhi, alat berat tidak boleh keluar,” ujarnya. 

      Permintaan kompensasi Rp7 juta itu nantinya akan diberikan kepada Desa Ledok Rp3 juta, Desa Sambong Rp2 juta dan Desa Pojokwatu Rp2 juta. 

      Dimas, mandor alat berat, menyampaikan, sejak semalaman alat berat belum bisa bergerak. 

      “Sejak jam 12 malam kami di sini. Rencananya mau berjalan menuju Nglobo,” ucapnya. 

      Kapolsek Sambong, AKP Sutrisno, saat di lokasi tidak banyak memberikan keterangan. 

      “Belum ada penyelesaian, dari tadi pagi penanggungjawab belum bisa datang,” pungkasnya.(ams)



      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more