Wisata Alam Bukit Kunci Dibuka Kembali

Sabtu, 27 Juni 2020, Dibaca : 275 x Editor : nugroho

foto tripzilla indonesia
DIBUKA LAGI : Wisata Bukit Kunci menyuguhkan panorama alam indah yang memanjakan para pengunjung.


SuaraBanyuurip.com - Sejumlah objek wisata di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mulai dibuka lagi untuk pengunjung setelah tiga bulan ditutup untuk mencegah sebaran virus corona atau Covid-19.

Salah satunya adalah wisata alam Bukit Kunci di Desa Bangoan, Kecamatan Jiken. Namun demikian, wisata yang dikelola karang taruna itu tetap memberlakukan protokol kesehatan ketat dalam tatanan normal baru.

Hanif Mas Adini, salah seorang pengurus destinasi wisata Bukit Kunci mengemukakan setelah mendapatkan arahan dan simulasi dari Dinas Kepemudaan Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan (Dinporabudpar) Kabupaten Blora pihaknya kemudian melakukan koordinasi dengan Pemerintah Desa Bangoan dan karang taruna sehingga lokasi tersebut diperbolehkan dibuka kembali untuk umum.

Baca Lainnya :

    “Tentu saja dengan persiapan yang matang dan tata cara adaptasi kebiaasan baru mengikuti protokol kesehatan,” ucapnya di Bangoan, Sabtu (27/6/2020), dilansir dari situs resmi Pemkab Blora.

    Ia berharap dengan dibukanya kembali destinasi wisata Bukit Kunci, pengunjung semakin ramai dengan menaati protokol kesehatan.

    Baca Lainnya :

      "Jadi kita berwisata secara aman dan nyaman,” tegasnya.

      Wisata alam Bukit Kunci, kata dia, dibuka kembali mulai Jumat, (12/6/2020) setelah mendapatkan simulasi dari Dinporabudpar Kabupaten Blora. 

      Senada disampaikan Priyo, pengurus lainnya. Ia menyatakan setelah sempat vakum selama tiga bulan, kini pengurus menyambutnya dengan senang hati karena telah dibuka kembali. Namun pengunjung diimbau tetap mentaati protokol kesehatan dalam situasi normal baru ini.

      “Boleh membuka masker saat foto di sejumlah spot yang disediakan. Tetapi setelah foto diminta memakai maskernya,” terangnya.

      Pengurus wahana wisata Bukit Kunci juga siap mengantisipasi dengan memberlakukan jaga jarak ketika nantinya banyak pengunjung.

      “Sebelum masuk lokasi, para pengunjung kita cek suhu tubuhnya, kemudian kita minta untuk cuci tangan,” jelasnya.

      Selain itu, setiap pagi atau sore hari dilakukan penyemprotan disinfektan pada sejumlah fasilitas wisata bukit Kunci.

      Wisata lokal Bukit Kunci berawal dari inspirasi sejumlah pemuda Desa Bangoan. Mereka menyulap sebuah bukit di wilayah desa setempat dengan menonjolkan view alam yang menarik dan mempesona.

      Kemudian, pemandangan hamparan hutan, pemukiman dan persawahan hijau yang ada di bawah lokasi Bukit Kunci, membuat mata terkesima. Semilir angin menjadikan pengunjung betah berada di bukit Kunci.

      Jika cuaca cerah, pada jam tertentu pengunjung bisa menyaksikan keindahan Gunung Lawu yang tampak jelas dari jauh.

      Di lokasi tersebut juga dikembangkan tanaman secara hidroponik oleh pemuda desa Bangoan sehingga menginspirasi para pengunjung khususnya para remaja.

      Untuk menuju ke Bukit Kunci relatif mudah. Bisa ditempuh dengan kendaraan sepeda motor atau sepeda ontel. Dari pusat pemerintahan desa Bangoan, lokasi bukit Kunci lebih kurang dua kilometer.

      Bagi pengunjung tiket masuk relatif terjangkau, yakni Rp3.000,00/orang. Hasil dari tiket itu digunakan untuk pemeliharaan dan jasa pengurus wahana wisata Bukit Kunci.

      Aida, salah seorang pengunjung remaja asal Kecamatan Blora mengaku senang dengan dibukanya kembali destinasi wisata bukit Kunci yang menurutnya damai dan alami serta mempesona.

      “Saya sudah beberapa kali ke bukit Kunci untuk menikmati pesona alamnya. Suasananya damai, jadi selalu rindu untuk datang kembali ke bukit Kunci. Sangat senang setelah dibuka kembali,” ujarnya.

      Pengunjung lainnya, Saidah dari Kecamatan Cepu, mengatakan baru pertama kali datang ke bukit Kunci dan senang dengan pemandangan serta fasilitasnya.

      “Selama ini lihat di media sosial, sekarang bisa datang langsung setelah dibuka kembali. Lain kali akan datang lagi, saya akan ajak keluarga yang lain. Tetap patuh protokol kesehatan,” ungkap dia.(red)



      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more