Presiden SBY Akan Kunjungi Blok Cepu

SuaraBanyuurip.comRirin W

Bojonegoro –  Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) direncanakan datang ke Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, akhir Juni 2013 ini. Kedatangan SBY untuk melihat kesiapan dan menyelesaikan persoalan yang menghambat produksi puncak minyak Banyuurip, Blok Cepu sebesar 165 ribu barel per hari (bph). Sebab produksi minyak Banyuurip menjadi tumpuan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan minyak nasional.

Bupati Bojonegoro, Suyoto, mengungkapkan, pihaknya telah mendapatkan informasi jika Presiden SBY akan berkunjung ke Bojonegoro.  Karena itu, hari ini dirinya menggelar rapat koordinasi bersama Wakil Bupati,Setyo Hartono, Sekretaris Daerah, Soehadi Mulyono, Kepala Bagian Sumber Daya Alam, Fajar Yudhi, dan semua Tim Optimalisasi Kandungan Lokal di Rumah Dinas.

“Kami selalu siap kapanpun beliau datang ke sini.  Kami juga sudah mempersiapkan materi diantaranya pencapaian target produksi migas di wilayah Kabupaten Bojonegoro,” kata Suyoto kepada suarabanyuurip.com, Jum’at (7/6/2013).

Rencananya selain ingin melihat perkembangan migas Blok Cepu, kedatangan SBY ke Bojonegoro juga akan menggelar rapat koordinasi (rakor) untuk mensinkronisasi dan mengeksekusi berbagai permasalahan dalam implementasi intruksi presiden (Inpres) No. 2/2012 tentang percepatan produksi migas nasional. SBY juga dijadwalkan meninjau lokasi pemboran minyak Banyuurip di Kecamatan Gayam.  

Baca Juga :   Staf Ahli Menteri ESDM Beri Pandangan Baru Pengelolaan Migas di Wilayah Perbatasan

Terpisah, Kepala Humas Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Migas Bumi (SKK Migas), Elan Biantoro, membenarkan rencana kedatangan SBY ke Kabupaten Bojonegoro pada akhir Juni ini.

“Iya, sekarang kami sedang mempersiapkan rencana Pak SBY ke Bojonegoro. Siap-siap dibuat sibuk ya teman-teman media,” sambung Elan yang akrab dengan kalangan journalist ini. 

Meskipun begitu, Elan enggan mengungkapkan, agenda Presiden datang ke Bojonegoro. Namun yang jelas akan ada proyek besar menyongsong Kabupaten Bojonegoro dan menjadi peristiwa luar biasa bagi masyarakatnya. 

“Kita harus menyadari bahwa Bojonegoro menjadi pusat perhatian dengan Migasnya,” imbuh Elan. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *