Senin, 25 September 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Rencana Kenaikan BBM Resahkan Nelayan Tuban

Editor: nugroho
Minggu, 11 Maret 2012
Respati Pambudiono
Nelayan Tuban ; Salah satu sudut aktifitas nelayan di Tuban.

SuaraBanyuurip.com - Respati Pambudiono

Rencana pemerintah menaikkan harga BBM menimbulkan keresahan
di kampung  nelayan Kabupaten Tuban. Para nelayan disana sangat
keberatan terhadap rencana kenaikan harga hingga 10 persen tersebut,
karena bakal menyengsarakan nasibnya.

Sementara itu, hingga saat ini program subsidi BBM khusus untuk
nelayan, sampai saat ini belum pernah mereka rasakan. Jadinya selama
ini mereka membeli BBM di SPBU setempat, itupun harus antri dan
sembunyi-sembunyi karena takut ketahuan polisi.

Para nelayan yang meresahkan rencana tersebut bermukim di sepanjang
jalur Pantura Tuban. Mereka berada di wilayah Kecaatan Palang, Tuban
Kota, Jenu, Tambakboyo dan Kecamatan Bancar.

Sejumlah nelayan yang ditemui menyatakan, sangat gelisah
dengan rencana pemerintah yang akan menaikkan harga BBM antara 5
hingga 10 persen. Jika rencana tersebut terealisasi dapat mengancam
nasib mereka sebagai nelayan. Apalagi selama ini operasional melaut
bergantung pada BBM jenis solar.

“Selama ini dengan harga solar Rp 4.500 per liter saja kami sudah
sulit bertahan, apalagi kalau harganya dinaikkan,” kata Tabikin di
samping sejumah nelayan lain asal Desa Karangagung, Kecamatan Palang,
Tuban, Minggu (11/3/2012).

Senada diungkapkan para nelayan dari Kelurahan Karangsari, Kecamatan
Kota,  Desa Socorejo dan Beji, di Kecamatan Jenu dan Desa
Glondonggede, Kecamatan Tambakboyo maupun nelayan dari Desa Bulu,
Kecamatan Bancar yang ditemui secara terpisah. Rata-rata kebutuhan BBM
per hari (untuk jenis perahu pursein isi 22 orang) menghabiskan 120
liter.

“Kami tak paham apa maksud pemerintah yang akan menaikkan harga solar.
Ini sama halnya akan membunuh kami secara perlahan,” ungkap Suroso di
samping nelayan lain asal Tambakboyo.

Sedangkan program BBM bersubsidi khusus untuk nelayan yang digulirkan
pemerintah, hingga kini tak pernah benar–benar dirasakan. Program yang
semestinya bisa membantu nelayan  ternyata tak sesuai harapan. Harga
BBM jenis tersebut ternyata masih Rp 5.000 per liter, sama dengan
harga solar eceran yang dibeli nelayan di tingkat pengecer.

“”Kami minta pemerintah membatalkan rencana menaikkan harga solar.
Sekaligus mengevaluasi program subsidi BBM untuk nelayan karena tak
sesuai harapan,” kata Tabikin. (*)

 

 

 

Dibaca : 1852x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan