SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
CV. Putra Mandiri (PM), salah satu kontraktor lokal Ring I Sumur Migas Banyuurip – Jambaran, Blok Cepu, menggelar pengajian menyambut 1 Muharam 1433 H, Sabtu (10/12) kemarin malam. Acara yang digelar dihalaman Kantor CV. PM di Desa Mojodelik, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, itu menghadirkan penceramah K.H. Ali Maimun dari Kecamatan Kapas.
Sandoyo, Kepala Desa (Kades) Mojodelik dalam sambutannya mengatakan, menyambut baik berdirinya kontraktor lokal seiring akan dilaksanakannya proyek Engineering, Procurement and Construstion (EPC) 1 Banyuurip yang bakal dimulai 2012 medatang.
“Saya senang dengan berdirinya CV. Putra Mandiri. Paling tidak nantinya mampu menampung pekerja lokal ketika ikut dalam pengerjaan proyek Blok Cepu,â€kata Sandoyo.
Dia mengaku, sangat mendukung bila warga Mojodelik ada yang berminat lagi untuk mendirikan CV maupun PT seperti yang dilakukan Lamin, Direktur CV. PM.
 “Justru saya malah senang jika di sini banyak berdiri CV karena tidak menutup kemungkinan dapat membantu untuk mengurangi pengangguran yang ada di desa,â€imbunya.
Sandoyo berpesan, agar semua elemen masyarakat untuk selalu meningkatkan kerukunan dan kebersamaan. Sehingga tidak mudah terprovokasi pihak luar yang mengatas namakan warga desa Mojodelik yang akhirnya memecah belah warga.
“Saya minta jika ada masalah agar segera berkoordinasi dengan perangkat desa terdekat untuk dimusyawarahkan. Ini untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan menyambut proyek disini,†pesannya.
Munawar Cholil, Humas CV. Putra Mandiri ketika ditemui disela-sela acara pengajian tersebut menyatakan, selain menyambut 1 Muharam 1433 H, kegiatan keagaamaan yang dilaksanakan CV. PM untuk memberikan persiapan mental warga dalam menyambut datangnya proyek Blok Cepu tersebut.
“Saya mendukung kebijakan BUMD di proyek EPC Blok Cepu. Yang terpenting, kebijakan yang diambil demi kesejahteraan warga sekitar Blok Cepu yang terdampak. Utamanya, warga desa Mojodelik. Karena, desa pemilik sumber minyak dan juga merupakan desa yang pertama terdampak,†sambung Munawar Cholil.