Proyek Pipa Banyuurip – Mudi Serap Naker Lokal

SuaraBanyuurip.comWinarto

Pengerjaan pipanisasi 6 inci Banyuurip – Mudi yang sempat dihentikan warga Dusun Kapol, Desa Katur, Kecamatan Kalitidu, Kamis (29/12), akhirnya dapat dilanjutkan kembali setelah ada kesepakatan antara warga dengan PT. Barata Indonesia yang difasilitasi PT. Pangastuti Exellent.

Dalam pertemuan tersebut dicapai kesepakatan bila 24 kepala keluarga (KK) di Dusun Kapol direncanakan memperoleh uang tali asih. Hanya saja belum diketahui berapa uang tali asih yang akan diberikan.

“Pada waktu itu juga langsung kita fasilitasi dengan PT Barata dan sudah ada kesepakatan sehingga proyek tetap berjalan,” kata Maslan, Community Affairs PT. Pangastuti Exellent, Sabtu (31/12) sore tadi.

PT. Pangastuti Exellent merupakan subkontraktor PT. Barata Indonesia, kontraktor Pertamina EP Cepu yang mengerjakan proyek Banyuurip, Blok Cepu – Mudi Tuban.

Maslan menjelaskan, dalam mengerjakan pipanisasi tersebut PT. Pangastuti Exellent telah melibatkan 45 tenaga kerja (Naker) lokal dari beberapa desa sekitar proyek. Baik tenaga skill maupun sipil. Mulai warga dari Desa Gayam dan Mojodelik, Kecamatan Ngasem.

Baca Juga :   Benarkan TWU Berhenti Operasi

Kemudian lanjut dia, warga Desa Katur, Sudu, dan Talok Kecamatan Kalitidu. Warga Kecamatan Malo dan Bojonegoro. Bahkan PT. Pangastuti juga menggunakan mesin las milik Timan, warga Gayam.

”Jadi tidak benar bila kita tidak melibatkan warga lokal. Setiap pekerjaan yang kita lakukan selalu mengutamakan warga sekitar,” tegas Maslan.

Dia mengungkapkan, sebelum awal mengerjakan proyek pipanisasi ini, pihaknya telah menawarkan pekerjaan mengangkut pipa kepada Warga Kapol. Namun, permintaan upah yang diajukan warga Kapol tidak rasional yakni Rp. 250 ribu/pipa.

Tak hanya itu, lanjut Maslan, PT. Pangastuti sebelumnya juga telah meminta salah seorang warga Kapol untuk menjadi penjagaa keamanan (PK). Tawaran tersebut disetuji namun tidak dilaksanakan. Sehingga pekerjaan itu digantikan kepada warga Kapol lainnya.

”Sekarang ini ada tiga warga Kapol yang bekerja di proyek ini. Dua sebagai tenaga PK dan satunya tenaga skill,” ungkap Maslan.

Dia menambahkan, sedangkan untuk jalan perempatan pasar Desa Gayam ke timur yang dikeluhkan warga Kapol itu kondisinya sudah rusak sebelumnya. Bukan dikarenakan mesin bego yang masuk ke jalan tersebut.

Baca Juga :   Dorong Peningkatan Kompetensi Pekerja Industri Hulu Migas

» Klik berita lainnya di Google News SUARA BANYUURIP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *