SuaraBanyuurip.com – Ririn
Kontraktor pemenang tender proyek engineering, procurement and construction (EPC) 1, 2 dan 5 Banyuurip berjanji siap memaksimalkan kandungan lokal dalam kegiatannya. Bahkan mereka telah menyiapkan konsep agar kandungan lokal dapat terlibat secara maksimal dalam proyek Blok Cepu.
Teguh Haryono, perwakilan PT. Tripatra Engineers & Constructors, Kontraktor EPC 1 Banyuurip, misalnya, telah menerapkan tiga tipe dalam prakualifikasi paket pekerjaan untuk memaksimalkan pengusaha lokal. Tiga tipe prakualifikasi yang digunakan adalah tipe 1 khusus kontraktor Bojonegoro, tipe 1+ untuk kontraktor Bojonegoro tapi diperbolehkan menggandeng pengusaha luar, dan tipe 2 adalah kontraktor luar daerah tapi harus menggandeng kontraktor Bojonegoro dengan sistim konsorsium maupun kerjasama operation (KSO).
â€Kita juga akan menggunakan seratus persen tenaga kerja unskill dalam proyek ini dan memberikan pelatihan bagi calon tenaga kerja yang nantinya lolos seleksi. Training ini sudah kita koordinasikan dengan BUMD agar nantinya mereka memiliki sertipikat sehingga dapat digunakan bekerja diproyek lain setelah proyek disini selesai,†papar Teguh Haryono ketika memberikan gambaran konsep keterlibatan kandungan lokal dalam rapat koordinasi dengan DPRD Bojonegoro, Selasa (24/1).
Dia mengungkapkan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan melaksanakan pelatihan project manajemen bagi pengusaha lokal bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bojonegoro. Tujuannya adalah agar pengusaha lokal memiliki kompetensi sehingga nantinya dapat mengerjakan proyek lainnya dengan lebih baik.
â€Sekarang ini silabusnya sedang kita buat,†tegas pria asli Bojonegoro ini.
Ditambahkan, untuk memaksimalkan peran BUMD, pihaknya juga tengah menegosiasikan harga beberapa paket pekerjaan EPC 1 dengan PT. Bangkit Bangun Sarana (BBS).
Sementara itu, Edi Kuswara, Perwakilan dari PT. Kelsri pemenang tender EPC 2 Banyuurip menyatakan, akan menggunakan tenaga security yang sudah memperoleh pelatihan. Dia berjanji akan maksimalkan tenaga security dari warga lokal di Bojonegoro dan Tuban sesuai wilayah proyeknya.
â€Tapi untuk super visi security kita tetap akan menggunakan tenaga khusus. Paling banyak 13 orang,†sambungnya.
Pada bagian lain, Kristiawan, perwakilan PT. Hutama Karya pemenang tender EPC 5 Banyuurip mengungkapkan, bahwa untuk memaksimalkan pengusaha dan tenaga kerja lokal pihaknya akan menggandeng PT. Bangkit Bangun Sarana (BBS), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro.
â€Sudah ada empat paket pekerjaan yang kita koordinasikan dengan BUMD,†tegasnya.
Sekadar diketahui, baik PT. Kelsri maupun PT. Hutama Karya merupakan perusahaan Badan Usaha Milik Negera (BUMN).