BBS Ajukan Penawaran 5 Pekerjaan EPC 1 Banyuurip

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia Nafitasari

PT. Bangkit Bangun Sarana (BBS), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro, telah mengajukan penawaran lima paket pekerjaan proyek Engineering, Procurement and Construction (EPC) 1 Banyuurip, Blok Cepu, kepada PT. Tripatra Engineers & Constructor, pemenang tender. Namun dari lima paket pekerjaan yang diminati itu belum menemukan kesepakatan harga karena harga yang diajukan PT BBS masih jauh lebih tinggi dari owner estimate (OE) Tripatra yang menggunakan dasar harga pasar di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya.

Lima paket pekerjaan di EPC 1 Banyuurip yang ditawar PT. BBS melalui proses penunjukkan langsung itu adalah paket 1 (type 1) untuk pengerjaan site temporary facilities (kantor lapangan sementara), paket 2 (type 1*) untuk pekerjaan site preparation works (penyiapan lahan), paket 3 (type 1) untuk pekerjaan fencing works (pekerjaan pagar termasuk supplay material). Sedangkan untuk paket 4 (type 1*) pekerjaan camp & accommodation dan paket ke 5 (type 1) untuk pekerjaan transportation & terminal.

Penawaran lima paket pekerjaan EPC 1 Banyuurip yang diajukan PT. BBS kepada PT Tripatra itu merupakan salah satu hasil rapat dari 13 kesepakatan yang disepakati bersama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, BP. Migas, MCL dan Tripatra di Ruang Rapat Lantai III Kantor Perwakilan BP. Migas Jawa Timur, Papua dan Maluku (Japalu), selama dua hari Selasa – Rabu (15-16/11/2011) lalu.

Baca Juga :   Penambang Sumur Tua Didaftarkan BPJS

Direktur Utama (Dirut) PT. BBS, Deddy Afidick menyatakan, jika sekarang ini pihaknya terus bernegoisasi dengan kontraktor EPC 1 untuk menemukan kesepakatan harga.

”Negoisasi masih terus berjalan untuk mencapai kesepakatan harga tiap paket pekerjaan yang kita ajukan,” kata Deddy melalui pesan pendeknya.

Sesuai laporan perkembangan pengajuan sosio economi projec EPC 1 Banyuurip, untuk paket pekerjaan kantor lapangan sementara telah tercapai persamaan persepsi ruang lingkup pekerjaan. Namun penawaran harga terakhir yang dari PT BBS masih lebih tinggi 20 persen dari OE tripatra. Begitu juga harga penawaran untuk paket pekerjaan penyiapan lahan  yang diajukan perusahaan plat merah masih jauh lebih tinggi 300 persen dari OE Tripatra.

Sedangkan untuk paket pekerjaan Camp and Accommodation telah teridentifikasi adanya gap antara keperluan yang diminta Tripatra dan yang ditawarkan BBS. Lain itu, adanya perbedaan jadwal penyediaan sarana dimana penawaran yang diajukan BBS dua bulan lebih lambat dari keperluan yang ditentukan dan penawaran yang diajukan BBS lebih tinggi 100 persen dari OE Tripatra.

Sementara untuk paket pekerjaan site temporary facility belum tercapai persamaan ruang lingkup pekerjaan dan penawaran harga terakhir BBS jauh lebih tinggi 75 persen dari OE Tripatra. Untuk pekerjaan transportasi & terminal belum adanya titik temu antara keperluan yang diminta Tripatra dan yang ditawarkan BBS, serta penawaran harga yang diajukan BBS jauh lebih tinggi 250 persen dari OE Tripatra.

Baca Juga :   Pertamina Hulu Energi Temukan Sumber Migas Baru 106 MMBOE

Menanggapi tingginya penawaran harga yang diajukan BBS, Deddy menegaskan, persoalaan itu adalah wajar. Apalagi, proposal yang diajukan BUMD telah dihitung berdasarkan komponen-komponen keekonomian yang wajar. Dimana, lanjut dia, salah satu faktornya adalah tugas BUMD untuk mengoptimalkan sumber daya (termasuk pengusaha) lokal.

”Dalam bisnis, perhitungan dalam negoisasi adalah wajar,” tegas mantan Exsternal Relations Manager MCL ini.

Menurut dia, dengan keterlibatn BUMD dalam kegiatan EPC Banyuurip ini akan lebih memudahkan pengusaha maupun tenaga kerja lokal lebih teribat. Sebab, bila pengusaha lokal langsung mengikuti tender di kontraktor EPC tentu akan sulit lolos karena terbentur klasifikasi.

”Namun kalau di BUMD pengusaha lokal akan bisa terlibat optimal. Karena mitra kita adalah pengusaha-pengusaha lokal,” pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Community Affairs PT. Tripatra Engineers & Constructor, Budi Karyawan, mengaku tidak terlibat dalam urusan tersebut. Meski demikian, dirinya berjanji akan menanyakan persolaan tersebut pada bagian yang berkompeten.

“Nanti saya tanyakan ke bagian SCM,” sambung Budi.

Untuk diketahui, setelah dilakukan evaluasi, penawaran lima paket pekerjaan yang diajukan BBS tersebut akan diajukan Tripatra kepada Mobil Cepu Limited (MCL), Operator Blok Cepu. Kemudian, MCL akan melakukan evaluasi kembali sebelum diajukan kepada BP. Migas untuk memperoleh persetujuan akhir.

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *