SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia Nafitasari
PT. Tripatra Engineers & Constructor, pemenang tender proyek engineering, procurement and construction (EPC) 1 Banyuurip, Blok Cepu, akhirnya mengumumkan hasil prakualifikasi tahap II, Kamis (16/2). Pengumuman prakualifikasi ini selang sehari setelah di keluarkannya izin prinsip untuk pelaksanaan site work preparation EPC 1 Banyuurip oleh Bupati Bojonegoro, Suyoto, Rabu (15/2) kemarin. Namun belum diketahui secara pasti berapa perusahaan lokal maupun luar daerah Bojonegoro yang lolos pra kualifikasi tersebut.
Sesuai informasi yang diperoleh dilapangan, dalam pengumuman prakualifikasi tahap II ini banyak perusahaan lokal Bojonegoro baik disekitar Ring I maupun II yang tidak lolos karena kurangnya persyaratan maupun tingginya klasifikasi yang ditentukan Tripatra. Pengumuman prakualifikasi tersebut diumumkan melalui surat yang diantarkan langsung oleh karyawan Tripatra ke masing-masing alamat kontraktor yang mengikuti prakualifikasi.
CV. Mekar Sejati, misalnya, tidak lolos dalam prakualifikasi tahap II. Dalam prakualifikasi tahap II itu, Kontraktor lokal Bojonegoro ini mengambil dua paket pekerjaan dari tiga paket pekerjaan yang dibuka. Yakni paket pekerjaan 011 pembuatan pondasi bak kontrol dan tanki serta pekerjaan 012 untuk pekerjaan sipil umum area sumur dan luar pabrik. Kedua pekerjaan ini adalah gread 4.
Padahal, secara pengalaman, CV. Mekar Sejati sudah sering mendapatkan pekerjaan di Lapangan Migas Sukowati, Blok Tuban yang di Operatori Joint Operating Body Pertamina – PetroChina East Java (JOB P-PEJ).
â€Mungkin karena kita belum memilik sertipikat HSE. Tapi untuk persyaratan lainnya seperti jamsostek, administrasi lainnya dan pengalaman pekerjaan sudah lengkap,†ungkap Munawar.
Karena itu, dirinya berencana untuk menanyakan langsung ke Tripatra tantang kekurangan yang menjadikan perusahaannya tidak lolos dalam prakualifikasi itu.
â€Kita diberi kesempatan untuk klarifikasi (tentang hasil pengumuman prakualiikasi) hari Sabtu (18/2) besok. Sehingga bisa mengetahui kekuarangannya apa,†pungkasnya.
Selain kontraktor lokal Bojonegoro, sejumlah kontraktor lokal Ring I dan II Blok Cepu seperti PT Banyuurip Mitra Persada, Desa Bonorejo, Kecamatan Ngasem dan PT. Berkat Sapindo, Desa Cengungklung, Kecamatan Kalitidu, juga tidak lolos dalam prakualifikasi tersebut.
Comunity Affairs PT. Tripatra Engineers & Constructor, Budi Karyawan, membenarkan jika hari ini pihaknya telah mengumumkan prakualifikasi tahap II. Hanya saja, dia belum bisa memastikan berapa jumlah pengusaha yang lolos dalam prakualifikasi tersebut.
â€Nanti saya carikan info. Tapi info resminya besok,†sambung Budi.
Untuk diketahui, prakualifikasi tahap II ini yang dibuka Desember lalu itu ada tiga paket pekerjaan yang dibuka Tripatra. Yakni paket pekerjaan 011 pembuatan pondasi bak kontrol dan tanki serta pekerjaan 012 untuk pekerjaan sipil umum area sumur dan luar pabrik untuk gread 4 dan di gread 5 paket pekerjaan 014 adalah pekerjaan pemancangan untuk area pabrik dan jembatan.
Dalam prakualifikasi tahap II ini, diikuti 43 kontraktor baik kontraktor lokal maupun luar Bojonegoro. Rinciannya, 38 kontraktor perusahaan lokal Bojonegoro dan 5 perusahaan nasional (luar daerah Bojonegoro).