SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia Nafitasari
Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Bojonegoro akan menggelar aksi damai untuk peringati Hari Perempuan Sedunia (Women Day) yang jatuh setiap tanggal 8 Maret, Rabu (7/3) besok mulai pukul 09.00 wib. Dalam aksi tersebut AJI Bojonegoro akan melakukan orasi dan membagikan selebaran kepada pengguna jalan di depan Stasiun Bojonegoro di Jalan Gajah Mada.
Ada lima pernyataan sikap yang diusung AJI Bojonegoro dalam peringatan Hari Perempuan Sedunia. Yakni Menolak kekerasan terhadap perempuan, pelecehan seksual, dan menolak perkosaan terhadap perempuan. Lain itu, AJI Bojonegoro meminta agar perempuan juga diberikan hak sosial dan ekonomi yang sama serta hak-hak jurnalis.
“Sampai sekarang perempuan masih rentan menjadi korban kekerasan, pelecehan seksual, dan diskriminasi. Yang paling tragis, adalah kasus perkosaan seperti yang terjadi di dalam angkutan kota di Jakarta. Karena itu kami sangat mengecam segala bentuk kekerasan terhadap perempuan,†jelas  Juru Bicara Peringatan Hari Perempuan AJI Bojonegoro, Dewi Rina Handayani.
Reporter Tvone ini mengungkapkan, meski perempuan kini juga banyak berkiprah dalam pekerjaan dan profesi seperti sebagai jurnalis. Namun, hingga kini hak-hak jurnalis perempuan belum sepenuhnya dipenuhi seperti hak cuti hamil dan hak cuti melahirkan. Â Karena itu, hingga hari ini, perempuan masih terus berjuang untuk mendapatkan hak
yang setara dalam bidang sosial, ekonomi, pendidikan, pekerjaan, dan
politik.
â€Peran perempuan dalam ranah publik hingga kini masih terbatas dan perlu terus diperjuangkan,†tegas Dewi.
Sekadar diketahui, peringatan Hari Perempuan Sedunia ini berawal dari perjuangan perempuan di Rusia yang menuntut diberikan hak suara oleh pemerintah setempat pada 8 Maret tahun 1917. Perjuangan inilah yang menjadi tonggak awal peringatan hari perempuan sedunia.