Ratusan Pemuda Berambut Cepak Demo MCL dan Tripatra

SuaraBanyuurip.comWinarto

Ratusan pemuda yang diduga anggota security PT. Multi Metro Powerindo (MMP) melakukan unjukrasa di depan kantor Mobil Cepu Limited (MCL), Operator Blok Cepu, di Desa Talok, Kecamatan Kalitidu, Rabu (14/3), sekitar pukul 08.00 wib. Namun, pihak manajemen PT. MMP, perusahaan penyedia jasa keamanan, membantah bila pemuda yang berunjuk rasa itu adalah anggota security MMP. Karena selain tidak menggunakan atribut MMP juga tidak ada pemberitahuan resmi ke manajeman MMP.

Dari pantauan dilapangan, ratusan pemuda yang mengendarai motor itu berorasi di depan kantor MCL selama kurang lebih satu jam.  Sambil membawa sound sistim yang memutar lagu Bojonegoro Matoh, ciptaan Kang Yoto, Bupati Bojonegoro, massa berorasi menuntut dipekerjakan di proyek pengolahan migas Banyuurip – Jambaran, Blok Cepu.

Dalam aksinya, ratusan pemuda itu sempat melemparkan bunga ke halaman kantor MCL. Namun aksi tidak berlangsung anarkis karena mendapat penjagaan ketat aparat kepolisian dari Polsek Kalitidu dan sekitarnya.

Ada delapan tuntutan yang diusung ratusan pemuda berambut cepak dari sejumlah desa di sekitar Blok Cepu tersebut. Diantaranya menuntut dipekerjakan atau terlibat langsung, warga luar daerah Bojonegoro yang terlibat dalm proses pengolahan minyak agar segera diberhentikan.

Baca Juga :   Atasi Debu Tripatra Intensifkan Penyiraman

“Kami warga lokal Bojonegoro sudah memiliki legalitas/sertifikasi jadi sudah selayaknya di pekerjakan dalam proyek migas disini,” teriak salah satu pemuda yang terus membakar semangat massa.

Selain itu, mereka juga menuntut kesejahteraan yang sampai saat ini masih sebatas mimpi.

“Kami tidak rela bumi kami dijajah kembali dan menjadi penonton didaerah sendiri. Karena itu, kami pemuda Bojonegoro siap bekarya dalam proyek migas ini,” teriaknya lantang.

Dikonfirmasi teripsah, Budi Irianto, Direktur PT.MMP menegaskan, bahwa aksi yang dilakukan pemuda itu bukanlah atas perintah dari manajemen MMP. Sebab sampai saat ini tidak ada laporan resmi ke menajemen.

“Saya malah baru tahu dari sampean. Karena hingga hari ini tidak ada surat resmi kepada kita kalau mereka (security) akan melakukan unjuk rasa,” sambung Budi. Dia berjanji akan mengusut aksi ini.

Usai berorasi di depan kantor MCL, massa menuju Kota Bojonegoro. Rencananya mereka melakukan unjukrasa di Kantor PT. Tripatra Engineers & Constructors, kontraktor pemenang tender engineering, procurement and construction (EPC) 1 Banyuurip di Jalan MH. Tahmrin.

Baca Juga :   Sebut Permasalahan Bau Ditunggangi Kepentingan Lain

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *