SuaraBanyuurip.com – BP. Migas-
Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BPMIGAS) telah menyerahkan kapal MT Chios kepada perusahaan Sembawang Shipyard, pemenang tender proyek engineering, procurement and construction (EPC) 4 Banyuurip, Blok Cepu, untuk dikonversi menjadi kapal penampung floating storage and offloading (FSO) pada proyek Banyuurip. Penyerahan kapal yang akan berganti nama menjadi FSO Gagak Rimang ini dilakukan oleh Deputi Pengendalian Operasi BPMIGAS Rudi Rubiandini, Sabtu (14/4) di Sembawang, Singapura.
“Ini merupakan progres signifikan pada proyek pengembangan lapangan Banyu Urip,†ujar Rudi. Proses konversi ini akan berlangsung selama 20 bulan. Pada bulan Mei 2014, FSO Gagak Rimang diharapkan sudah selesai dan siap bekerja sehingga rencana produksi pertama pengembangan penuh lapangan Banyu Urip pada bulan Juli 2012 bisa benar-benar terlaksana.
MT Chios adalah kapal double Hull VLCC (Very Large Crude Container) yang berbendera Yunani dengan tahun pembuatan 1993. Kapal ini termasuk klasifikasi sangat besar karena memiliki kemampuan 320.000 DWT dengan kapasitas penyimpanan 1,7 Juta Barrel, dan memiliki panjang 327 meter. Kapal ini pada saatnya nanti akan berbendera Indonesia.
Sejak keberangkatannya dari Yunani 18 November 2011 dan sampai di pulau Karimun Indonesia tanggal 22 Maret 2012, dimulailah beberapa pekerjaan sampai akhirnya dikirim ke Singapore dan resmi diserahkan untuk dikonversi pada tanggal 14 April 2012 lalu. Kegiatan yang telah dilakukan adalah pembersihan dan blasting semua tangki kargo, survey kondisi kapal dan peralatan, pemberian label pada peralatan dan pipa-pipa yang akan diganti, dan Ultra Sonic Thicness Measurement (UTM) untuk mengecek ketebalan dinding kapal.
Langkah selanjutnya adalah melanjutkan pembersihan tangki kargo, tangki ballast, dan tangki slop, kemudian pemasangan penyangga dalam tangki kargo, survey secara detail, dan pelepasan mesin utama serta sistem pipa yang tidak diperlukan.
Penyelesaian konversi selama 20 bulan ini akan meliputi pekerjaan antara lain engineering, procurement, work site, FSO hook, koneksi, dan start up, sehingga bisa berfungsi penuh sebakai FSO yang akan menampung produksi sebesar 165 BOPD dari kegiatan produksi minyak lapangan Banyu Urip pada bulan Juli 2014 nanti.
Untuk diketahui, pekerjaan EPC 4 akan berpusat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur (Jatim). FSO yang bangun ini akan dilaksanakan ditengah Pantai Palang. Fasilitas ini akan ditambatkan dengan kuk lunak yang berkemampuan 360 derajat yang dipasang dimenara tambat dan selang fleksibel untuk mentransfer minyak mentah.